Kekeringan Makin Meluas, 10 Desa di Pati Ajukan Bantuan Air Bersih

MURIANEWS, Pati – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati mencatat sudah ada 10 desa di Pati yang mengajukan bantuan air bersih. Dimungkinkan, jumlah permintaan air bersih akan bertambah seiring makin meluasnya bencana kekeringan di Bumi Mina Tani.

Kepala BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan, hingga saat ini sedikitnya ada 10 desa yang telah mengajukan permintaan bantuan air bersih. Permintaan warga itupun langsung ditindaklanjuti dengan melakukan dropping.

“Sedikitnya ada 10 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Pati. Seperti yang ada di Kecamatan Jakenan, Gabus, Pucakwangi, Winong, Batangan, Kayen, dan Pati. Terbanyak ada di Kecamatan Pucakwangi dengan tiga desa,” katanya, Rabu (16/9/2020)

Martinus menyebut, saat ini telah melakukan dropping air bersih sebanyak 14 kali. Ada beberapa desa yang memang dikirimkan lebih dari sekali mengingat permintaan dari warga tersebut.

“Tahun ini sendiri kami menyiapkan sekitar 100 tangki air bersih,” terangnya.

Namun jumlah desa yang mengajukan permintaan air bersih itu sendiri diperkirakan bisa bertambah mengingat musim kemarau diprediksi sampai Oktober mendatang. Sementara dengan mengacu data kekeringan tahun kemarin tercatat ada 139 desa di 10 kecamatan yang terdampak.

“Kebetulan di tahun ini kami mendapatkan armada tangki air dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Tentu ini akan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga Pati,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk hari ini BPBD Pati kembali melakukan dropping air bersih. Bantuan itu disalurkan ke Desa Boloagung, Kecamatan Kayen dan Dukuh Kranggan, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan Kota.

Warga pun tampak antusias dengan adanya bantuan air bersih tersebut. Dengan menggunakan alat seadanya seperti jeriken, ember dan gallon, warga tampak antre untuk mendapatkannya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Air BersihKekeringanpati