Dewas Temukan Kejanggalan Pengelolaan Barang dan Jasa di PDAM Kudus 

MURIANEWS, Kudus – Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan perusahaan daerah milik Pemka Kudus tersebut.

Satu di antaranya adalah terkait adanya temuan kejanggalan dalam hal pengadaan barang dan jasa. Hal tersebut, lanjut dia, berakibat pada kurangnya kontrol keuangan yang tidak sesuai dengan bussiness plan  dan pedoman investasi.

“Ada pembelian yang seharusnya ditunda untuk dibeli, namun diwujudkan pembeliannya,” ucap Dewas PDAM Dio Hermansyah Bakrie, Rabu (16/9/2020).

Dio mencontohkan, pembangunan depo terminal air curah di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus SPMK 8 april 2020. Namun di laporan terbayar pada tanggal 30 Juni 2020.

Hal tersebut menurutnya tidak sesuai dengan plan yang seharusnya bisa terbayar bulan Mei namun pembayarannya memakan waktu lama. “Itu bisa memengaruhi nilai aset perusahaan menjadi turun,” ujarnya.

Selain itu, Dio juga menyoroti pembelian barang yang tidak segera direalisasikan di lapangan. Sehingga terjadi penumpukan barang di gudang. Hal ini, juga berakibat penyusutan nilai barang. “Tidak ada economic order quantity juga,” tegasnya.

Atas temuannya, pihaknya pun telah melaporkan temuan-temuan tersebut pada Pemkab Kudus sebagai pemilik PDAM. Selain itu, kata Dio, jika temuan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh manajemen, Dewan Pengawas akan segera melakukan evaluasi.

Baca: Direktur PDAM Kudus Ditahan Kejati Jawa Tengah

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Kudus Agung Dwi Hartono pihaknya sudah menerima surat dari Dewas PDAM. Menurutnya, apa yang disampaikan tersebut sebenarnya adalah hasil rapat rutin evaluasi kinerja PDAM.

“Semacam notulen dari hasil rapat yang dilaksanakan oleh dewas dan direksi,” katanya.

Hasil evaluasi tersebut, akan dikaji dan dievaluasi oleh pemilik, dalam hal ini bupati sebagai perwakilan Pemkab Kudus. Kemudian, pemilik akan membuat langkah-langkah  apa yg akan dilakukan oleh Dewas untuk mencapai target yang ditentukan.

“Kami harap baik dewas dan direksi bisa bekerja sama dalam memperbaiki kinerja dan citra perusahaan yang sempat menurun akibat kasus suap beberapa waktu lalu,”  jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

kejanggalanPDAM Kudus