Nur Rochmat, Siswa SMP di Kudus Ini Tetap Semangat Kerjakan PTS Meski Sambil Angon Kambing

MURIANEWS, Kudus – Semangat belajar salah seorang siswa di SMP 3 Satu Atap (Satap) Undaan Kudus yang berlokasi di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus ini patut diacungi jempol. Pasalnya, di tengah kewajibannya untuk tetap belajar ia juga membantu kedua orang tuanya.

Siswa itu bernama Nur Rochmat (12). Ia yang baru duduk di bangku kelas tujuh tersebut, mengerjakan soal penilaian tengah semester (PTS) luring (luar jaringan) sambil angon (menggembalakan) kambing di pekarangan kosong yang berjarak kurang lebih 200 meter dari rumahnya.

“Saya sudah lama menggembala kambing. Ini kan PTS, setelah mengambil soal di sekolahan, saya pergi angon. Kambingnya saya ikat di pohon biar makan sendiri, saya tungguin sambil ngerjain sola PTS,” katanya saat ditemui di sebuah pekarangan kosong Selasa (15/9/2020) siang.

Saat ditemui MURIANEWS, ia sedang mengerjakan PTS mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Meski di kerjakan sambil menggembalakan kambing, ia mengaku tidak begitu kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada pada soal PTS tersebut.

“Kalau malam hari kan saya belajar sendiri di rumah, cuman ada beberapa saja yang susah,” ucapnya.

Nur Rochmat menuntun kambingnya menuju tanah lapang untuk digembala, di sela-sela mengerjakan PTS. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Selain menggembalakan kambing, ia juga sering mencari burung di hutan dan mencari ikan di sungai yang berada tak jauh dari rumahnya. Kemudian, burung dan ikan yang sudah ditangkap dijual untuk membantu kedua orang tuanya yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan.

“Biasanya burung yang saya dapat itu burung perkutut, derkuku, tengkek hingga ayam alas. Kalau ikan ads mujaer, sepat kadang juga ada kutuk. Jualnya biasanya ke tetangga, sehari sekitar Rp 20 ribu sampai 30 ribu, tapi kadang juga saya pelihara,” jelasnya.

Baca: Susah Sinyal, Semua Siswa SMP Satu Atap di Kudus Ini Harus Datang ke Sekolah Ambil Soal PTS

Sementara salah seorang guru mata pelajaran PAI Panti Baridatussyifa mengatakan, Nur Rochmat selama ini memang dikenal memiliki semangat belajar yang luar biasa. Kesehariannya, dia menggembala kambing, mencari burung dan ikan untuk dijual membantu orang tuanya.

“Dia itu tahu kewajibanya sebagai siswa, di manapun berada seperti saat menggembala kambing, tapi tetap mengerjakan PTS dengan semangat. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu, tapi, dia tidak patah semangat malah membantu kedua orang tuanya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia pun berharap, semangat belajar dari Nur Rochmat, bisa dijadikan contoh bagi para siswa yang lain. Meski saat ini masa pandemi, di mana proses pembelajaran belum bisa dilakukan secara tatap muka tapi semangat belajarnya masih tetap kuat.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

angon kambingkuduspts