Banyak Dikeluhkan Warga, PDAM Tirta Bening Pati Jadi Sorotan Dewan

MURIANEWS, Pati –  DPRD bersama dengan Pemkab Pati menggelar Rapat Paripurna terkait penyampaian pandangan terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Salah satunya ranperda tersebut salah satunya tentang penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bening sebesar Rp 6 miliar. Modal itu diambilkan dari APBD murni tahun anggaran 2021.

Namun, dalam penyampaian pandangan Fraksi di DPRD Pati, layanan PDAM Tirta Bening justru menjadi sorotan. Itu lantaran banyak fraksi mendapatkan aduan dari warga.

Fraksi Partai Demokrat salah satunya. Dalam pandangan yang dibacakan oleh Siti Maudluah itu, mereka mengaku mendapatkan banyak aduan dari masyarakat. Yang paling parah terkait minimnya jumlah air yang disalurkan ke rumah-rumah warga.

“Masyarakat juga mengeluhkan masih adanya jadwal penggiliran PDAM, sedangkan pada kenyataannya masyarakat harus tetap membayar tagihan meskipun air dari PDAM tidak mengalir,” katanya dalam Rapat Paripurna DPRD Pati, Selasa (15/9/2020).

Pernyataan lain juga diungkapkan oleh Fraksi PDIP. Ketua Fraksi Bandang Teguh Waluyo meminta agar PDAM Tirta Bening lebih meningkatkan kinerja dan pelayanannya.

“Sebagai contoh, kalau pelanggan telat bayar pasti dikenakan denda atau sampai pemutusan saluran. Tapi kalau PDAM airnya mati atau airnya keruh, pelanggan tidak punya hak untuk menuntut apapun,” ungkapnya.

Menurutnya, itu merupakan masalah yang umum terjadi setiap tahun. Tetapi hingga saat ini belum ada solusi atau penyelesaiannya. Sehingga, ini patut menjadi evaluasi bersama.

Dia juga meminta agar PDAM Tirta Bening kedepannya lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, setiap tahun perusahan daerah itu mendapatkan suntikan modal.

“Karena penyertaan modal yang kita gulirkan adalah bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

dprdKeluhanpatiPDAM