Ada 86 Kasus HIV/AIDS Baru di Kudus, Kebanyakan karena ’Jajan’ Sembarangan

MURIANEWS, Kudus – Penularan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Kudus masih tinggi walau tengah masa pandemi. LSM Kelompok Dampingan Sebaya (KDS) dan Kaukus Masyarakat Anti Narkoba yang berkecimpung dalam hal ini pun mencatat ada 86 kasus baru di semeseter pertama tahun ini.

“Dari bulan Januari hingga Juni 2020, sudah ada 86 kasus,” kata koordinatornya, Eni Mardiyanti, Selasa (15/9/2020) siang.

Sebanyak 90 persen dari kasus baru tersebut, kata dia, berasal dari Kota Kretek. Sementara sepuluh persen lainnya berasal dari seputaran Kudus.

“Karena rumah sakit di Kudus memang jadi rujukan pasien luar daerah,” ujarnya.

Hampir keseluruhan kasus baru juga, lanjut dia, berjenis kelamin laki-laki. Sementara untuk perempuan sangat sedikit.

“Sampai saat ini belum ada yang anak-anak, semoga tidak ada,” harapnya.

Walau demikian, dari data yang pihaknya catat, sudah ada tiga pasien HIV/AIDS yang sudah meninggal dunia. “Ada yang memang tidak mengikuti perawatan dan minum obatnya,” tuturnya.

Untuk penularannya sendiri, keseluruhan kasus baru adalah karena berhubungan seksual yang berisiko. “Kebanyakan kasus ’jajan’ di luar dan tidak pakai pengaman,” terangnya.

Eni pun mengakui kurangnya sosialisai yang masif hingga lamanya proses tracking kontak penderita HIV jadi salah satu kendala dalam mencegah virus tersebut meluas.

“Kami terus melakukan pendekatan secara emosional, hal seperti ini tidak bisa langsung to the point,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

HIV/AIDSkasus hivkudus