Genjot PAD, Pemkab Kudus Bakal Naikkan Sewa Gedung LIK IHT

MURIANEWS, Kudus – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menginstruksikan dinas terkait untuk segera menaikkan tarif sewa gedung di Lingkugan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau (IHT).

Hal tersebut dilakukan karena pendapatan dari penyewaan gedung tersebut dirasa terlalu kecil dibanding perawatannya. Selain itu juga untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).

LIK IHT sendiri berdiri di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus. Ada 11 gedung yang bisa digunakan untuk produksi rokok. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan  laboratorium penguji tar dan nikotin juga telah tersedia.

“Sekarang (sewa) Rp 7,5 juta per tahunnya, jika dibandingkan dengan biaya perawatan atau perbaikannya nanti sudah tidak cocok,” ucap Hartopo ketika meninjau lokasi LIK, Senin (14/9/2020).

Untuk tingkat kenaikannya sendiri, kata dia, sampai saat ini masih dikaji. Pihaknya menjamin, kenaikan tidak akan membebani para penyewa gedung, yang merupakan pelaku usaha rokok sigaret kretek tangan (SKT). “Tentu semua aspek akan dipertimbangkan,” kata dia.

Selain untuk menutup biaya perawatan, peningkatan tarif sewa sendiri dilakukan agar Pemkab Kudus bisa menambah PAD, sehingga masyarakat Kudus bisa semakin sejahtera. “Mereka semua di sini kan pengusaha, kami yakin mereka tidak keberatan,” jelas dia.

Hartopo menambahkan, selain akan menaikkan tarif sewa, Pemkab Kudus juga akan mencoba untuk memfasilitasi penyediaan mesin sigaret kretek mesin (SKM). “Nanti keuntungannya bisa menambah PAD juga,” tambah Hartopo.

Sementara salah satu penyewa gedung dan pemilik PR Betoro Guru, Syafii mengaku tidak keberatan. Bahkan jika uang sewanya dinaikkan 100 persen.

“Tidak masalah, masih menutup, jadi walau nanti jadi Rp 15 juta tidak terlalu berdampak,”ucap dia.

PR Betoro Gutru miliknya, tiap harinya bisa memproduksi sekitar 40 ball rokok Menoro Coklat. Dengan jumlah pekerja yang dipekerjakan yakni sebanyak 75 orang.

“Masih nutup untuk bayar sewa gedungnya, lagian hitungannya setahun,” jelasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

LIK IHTLIK Kudusrokok