Bageng dan Jrahi Masuk Penilaian Desa Wisata Pati

MURIANEWS, Pati – Desa Bageng, Kecamatan Gembong dan Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal masuk dalam penilaian desa wisata Kabupaten Pati. Kedua desa tersebut mempunyai daya tarik di bidang wisata alam.

Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Heri Muktiyo mengatakan, untuk tahun 2020 ini memang ada dua yang masuk ke penilaian desa wisata, yakni Desa Bageng dan Jrahi.

Namun, untuk ditetapkan menjadi desa wisata, harus melalui beberapa instrumen. Termasuk daya tarik, infratruktur, gotong royong masyarakat dalam mengelola desa wisata, hingga kepemilikan organisasi sadar wisata.

“Penilaian ini adalah untuk melengkapi instrumen itu. Kami akan melihat bagaimana kesiapan infrastruktur, kekompakan masyarakat dan visi-misi yang dijalankan,” katanya saat penilaian desa wisata di Bageng, Senin (14/9/2020).

Dia menambahkan, sejauh ini di Kabupaten Pati memang baru ada satu desa yang ditetapkan sebagai desa wisata, yakni Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu. Desa tersebut terpilih lantaran mempunyai objek wisata pantai dan mangrove yang dikelola oleh masyarakat setempat.

“Dulu, Desa Talun juga masuk sebagai desa wisata. Tetapi karena ada perubahan regulasi dari pemerintah provinsi, Talun sudah tidak masuk lagi sebagai desa wisata,” terangnya.

Sedangkan untuk di Bageng sendiri, memang yang paling terkenal adalah jeruk pamelo. Untuk objek wisatanya sendiri adalah agro wisata pamelo yang lokasinya tidak jauh dari balaidesa setempat. Selain itu juga ada wisata air terjun banyu lawe.

“Semua komponen yang ada, akan kami kumpulkan dulu. Baru nanti kami melakukan penilaian, layak atau masuk dan tidaknya desa ini menjadi dewa siwata,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

bagengdesa wisatajrahiMagrovepamelopati