Update Corona Kudus: 18 Kasus Baru, Sepuluh Pasien Sembuh

MURIANEWS, Kudus – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kudus kembali mencatat ada penambahan kasus corona di Kota Kretek pada Minggu (13/9/2020) malam. Yakni sebanyak 18 kasus baru yang keseluruhannya berasal dari dalam wilayah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dokter Andini Aridewi mengatakan, 17 pasien baru tersebut kini tengah dirawat di rumah sakit. Selain karena bergejala berat, sebagian pasien dirawat juga memiliki penyakit penyerta.

“Sementara satu pasien lainnya diperbolehkan menjalani isolasi mandiri,” kata Andini, Senin (14/9/2020) pagi.

Walau demikian, penambahan pasien sembuh juga cukup banyak terjadi. Di mana ada sepuluh pasien yang sudah dinyatakan sembuh. Keseluruhannya, juga berasal dari dalam wilayah.

“Mereka merupakan pasien yang sudah merampungkan pemantauan dan perawatannya, pasien tanpa gejala bisa dinyatakan sembuh setelah jalani isolasi minimal sepuluh hari,” ujarnya.

Sementara secara keseluruhan, kasus dalam wilayah sudah menyentuh angka 1331 kasus. Di mana ada sebanyak 79 pasien menjalani perawatan, 146 pasien menjalani isolasi mandiri, dan ada sebanyak 928 pasien yang sudah sembuh dari corona.

“Sementara ada 178 pasien yang meninggal dunia, keseluruhannya karena penyakit penyerta,” lanjutnya.

Kemudian ada sebanyak 587 kontak erat yang masih dipantau, 80 suspek menjalani perawatan, dan 35 kasus probable.

Status wilayah Kabupaten Kudus terkait penularan Covid-19 sendiri, kata Andini, kini kembali turun menjadi zona oranye. Setelah sebelumnya berstatus zona merah.

Standar pengukuran perubahan warna zona, lanjutnya, adalah terkait kapasitas atau daya tampung rumah sakit. “Tidak hanya dari jumlah kasusnya saja,” tambahnya.

Untuk mempertahankan hingga menurunkan status kembali, Andini berharap masyarakat turut berperan serta. Yakni dengan tetap patuh protokol kesehatan. Mengingat kurva penularan corona di Kota Kretek masih mengalami kenaikan.

“Harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang berlaku agar tidak kembali ke zona merah,” lanjut dia.

Para pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri juga diharapkan benar-benar melakukannya secara maksimal. Termasuk para kontak erat.

“Sehingga penyebarannya terhenti dan tidak terus menjalar,” kata dia.

Kelompok-kelompok rentan seperti lansia dan balita juga diharapkan bisa mengurangi aktivitas di luar rumah. Sehingga risiko terpapar virus bisa ditekan dengan maksimal.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

coronacovid-19kudus