Kasus Covid-19 di Jepara Kembali Naik, Klaster PLTU Tanjung Jati Jadi Perhatian

MURIANEWS, Jepara – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC) Jepara kembali menyampaikan adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Pada release terakhir jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jepara mencapai 16 kasus.

Tambahan kasus baru ini membuat jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Jepara secara keseluruhan mencapai 1.524. Jumlah ini menurut Juru Bicara STPC Jepara, Muh Ali terdiri dari 1.454 orang warga Jepara dan 70 orang sisanya berasal dari luar Jepara.

Kasus terbanyak yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil lab terakhir terjadi di wilayah Kecamatan Mlonggo, dengan enam kasus. Kemudian disusul dari Kecamatan Jepara dengan tiga kasus dan Bangsri serta Pakis Aji masing-masing dua kasus.

Sedangkan Nalumsari, Mayong, dan Kalinyamatan masing-masing satu kasus. Dari keseluruhan kasus sebanyak 1.288 orang sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan 128 orang diketahui meninggal dunia.

Sehingga saat ini hanya 98 orang saja yang tercatat masih dalam penanganan.

“Jumlah kasus terkonfirmasi positif kami perkirakan akan mengalami lonjakan seiring dengan dilakukannya pemeriksaan swab secara massif yang dilakukan. Perkiraan kami pada awal akan terjadi lonjakan dan kemudian pelan-pelan menurun,” ujar Muh Ali, Sabtu (12/9/2020).

STPC Jepara sendiri menurut Muh Ali tengah fokus untuk memberikan perhatian pada kasus-kasus yang terjadi lingkup PLTU Tanjung Jati B. Dalam beberapa bulan terakhir, kasus di lingkup PLTU Tanjung Jati B sudah mencapai kurang lebih 80 orang.

Hingga saat ini bahkan bisa dikatakan lingkup PLTU Tanjung Jati B menjadi klaster penyebaran covid 19 yang sampai saat ini masih ada.

Dikatakan juga, pihaknya juga masih terus berupaya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak-pihak di lingkup tersebut. Pihaknya sudah mendorong agar semua perusahaan yang ada di dalam lingkup PLTU Tanjung Jati B bisa melakukan upaya serius bekerjasama dengan STPC Jepara.

Arahan yang disampaikan adalah melakukan pemeriksaan swab terhadap semua karyawan. Setelah diketahui hasilnya akan lebih jelas bagaimana penanganan yang harus dilaksanakan.

“Kami sudah mendorong agar dilakukan test swab terhadap semua karyawan yang ada di lingkup PLTU. Persoalannya karyawan disana jumlahnya ribuan. Kalau tes swab kami yang menanggung tentu akan berat. Kami berharap perusahaan yang ada bisa melakukannya secara mandiri dan saling berkoordinasi. Namun sampai saat ini masih dalam proses pembicaraan,” jelas Muh Ali.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

covid-19jepara