Diberi Anggaran Rp 203 Miliar, Penanganan Covid di Jepara Baru Habis Rp 49 Miliar

MURIANEWS, Jepara – Pemkab Jepara diketahui baru menghabiskan dana Rp 49 miliar untuk penanganan Covid-19. Dana tersebut belum ada 25 persen dari anggaran total hasil realokasi dan refocusing APBD 2020, yakni Rp 203 miliar.

Bupati Jepara Dian Kristiandi menyatakan, pihaknya akan terus memaksimalkan penyerapan anggaran penanganan Covid-19 ini. Sejauh ini, serapan paling besar terjadi pada program Jaring Pengaman Sosial (JPS).

”Dari anggaran sebesar Rp 138,5 miliar yang dialokasikan untuk JPS, saat ini sudah disalurkan ke masyarakat sejumlah Rp 26,8 miliar atau sekitar 19,38 persen,” katanya, Kamis (10/9/2020).

Sedangkan untuk realisasi anggaran bidang kesehatan sudah hampir 53 persen berhasil dilaksanakan. Besarannya mencapai Rp 6,8 miliar dari total alokasi anggaran untuk bidang kesehatan sebesar Rp 12,97 miliar.

Rinciannya, di antaranya untuk kegiatan pengadaan uji cepat (rapid test) Covid-19 dari alokasi sebesar Rp 500 juta sudah terealisasi Rp 448,2 juta atau mencapai 89,64 persen. Kemudian untuk kegiatan surveilans, imunisasi, dan pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dialokasikan sebesar Rp 9,97 miliar sudah terserap Rp 6,36 miliar (63,78 persen).

”Kemudian untuk kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat dianggarkan Rp2,5 miliar, saat ini sudah terpakai Rp 31 juta.  Ini adalah pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang dibiayai oleh pemerintah daerah, dan penduduk Jepara yang belum mempunyai jaminan kesehatan. Kalau diprosentase serapannya mencapai 1,24 persen,”  ujar Dian Kristiandi yang juga merupakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC) Jepara.

Selanjutnya, untuk program pemulihan ekonomi yang dianggarkan senesar Rp 6,8 miliar, sudah digunakan sebesar Rp 745 juta lebih. Serapannya mencapai 10,81 persen.  Penggunaanya digunakan untuk kegiatan pengembangan budi daya air payau (bandeng) yang dialokasikan sebesar Rp 500 juta sudah terserap Rp 258 juta (51,6 persen).

”Lalu program pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat dari anggaran sebesar Rp 750 juta, sudah terealisasi Rp 177,6 juta (23,69 persen),” ungkapnya.

Kemudian, ada juga ada program bimbingan teknis pengembangan industri kecil dan menengah sudah terealisasi Rp 20,4 juta, pengembangan bahan lokal terserap Rp 10,6 juta dan penunjang pelaksanaan event pariwisata terpakai Rp 25,2 juta.

Selanjutnya, Pemkab Jepara pun sudah merealisasikan anggaran untuk pos bantuan tak terduga. Baik dibidang kesehatan maupun penyediaan jaring pengaman sosial. Dengan anggaran Rp 44,59 miliar persentasi serapannya sebesar 33,27 persen, atau setara Rp 14,8 miliar.

Sementara itu, Juru Bicara STPC Jepara, Muh Ali dalam kesempatan berbeda menyatakan, penggunaan anggaran untuk bidang kesehatan dipastikan berjalan sesuai aturan yang ada.

Untuk memastikan hal itu berjalan sesuai dengan aturan, penggunaan anggaran ini juga selalu dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Jepara. Setiap Rabu tiap pekan, pihaknya membuat laporan ke Kejaksaan Negeri Jepara.

”Mekanismenya memang seperti itu. Kami pastikan semua dilakukan sesuai dengan aturan. Kami juga setiap pekan melaporkan penggunaan anggaran ke Kejaksaan Negeri Jepara,” ujar Muh Ali.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

coronacovid-19jepara