Muncul Semburan Lumpur di Kesongo Blora, Empat Orang Dilarikan ke Rumah Sakit dan Puskesmas

MURIANEWS, Blora – Kawasan tanah lapang seluas ratusan hektare di wilayah Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora yang dinamakan Kesongo memunculkan fenomena alam, Kamis (27/8/2020). Muncul semburan lumpur setinggi belasan meter yang mengandung zat belerang.

Warga sekitar menyebut letupan di kawasan Kesongo seperti itu sebagai Ngordho atau Kurdo. Dari keterangan warga, semburan lumpur di kawasan Kesongo kali terakhir terjadi sekitar tiga tahun lalu.

Fenomena alam ke luarnya semburan lumpur di kawasan Kesongo itu mirip dengan yang terjadi di objek wisata Bledug Kuwu di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Grobogan. Hanya saja, letupan lumpur di Bledug Kuwu tidak mengandung belerang.

Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Blora Agung Tri mengatakan, semburan lumpur dilaporkan terjadi pada pagi tadi, sekitar pukul 05.00 WIB. Letupan terjadi beberapa kali dalam kurun waktu sekitar 10 menit.

Baca: Tanah Bekas Semburan Lumpur di Kesongo Blora Berubah Jadi Gumpalan Keras

Akibat letupan tersebut, ada empat warga setempat yang dilarikan ke rumah sakit. Yakni Warino dilarikan ke RS Habibullah, dan, Marno, Kadis serta Sukimin dibawa ke Puskesmas Doplang.

“Saat kejadian, keempat orang itu sedang menggembalakan kerbau yang jaraknya cukup dekat dengan lokasi letupan. Mereka ini merasa lemas setelah mengirup asal yang keluar bersamaan dengan keluarnya letupan lumpur. Namun, setelah dirawat sekitar satu jam, kondisi korban sudah pada sehat,” katanya.

Baca: Ada Kisah Ular Raksasa Jaka Linglung di Kesongo Blora yang Terkenal karena Semburan Lumpur

Selain itu, lanjut Agung, dampak semburan lumpur juga mengakibatkan belasan kerbau hilang. Yakni, milik Supri, Sukimin, Parjono, Marno, Paji, Samin dan Kadis.

“Kemungkinan, kerbaunya terperosok dalam genangan lumpur. Setelah dicari pascaterjadinya letupan, sebagian kerbau sudah ketemu. Saat ini, sudah tidak muncul letupan lagi. Meski demikian, petugas gabungan tetap bersiaga,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

blorakesongosemburan lumpur