Anak dan Menantu di Temanggung Tega Bunuh dan Gantung Ibu Kandung, Ngakunya Dapat Bisikan Gaib

MURIANEWS, Temanggung – Peristiwa mengegerkan terjadi di Temanggung. Seorang ibu berusia 75 tahun bernama Naruh dibunuh dan digantung oleh anaknya sendiri berinisial SP (48) dan menantunya HM (32).

Untuk menutupi pembunuhan tersebut, keduanya sempat membuat laporan jika sang ibu meninggal karena bunuh diri.

“Awalnya laporannya adalah korban gantung diri di daerah Pringsurat, yaitu tepatnya di Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat,” kata Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali seperti dikutip Detikcom.

Baca: Dikira Jatuh, Ibu Dua Anak di Blora Ternyata Tewas Dibunuh Tetangga

Begitu mendapat laporan, petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Dalam olah TKP tersebut petugas mendapati kejanggalan dan melakukan autopsi.

“Setelah mendapatkan hasil autopsi dari tim forensik ada kecurigaan dari kita bahwa itu bukan karena gantung diri. Sehingga kita dalami. Dari situ akhirnya terungkap korban meninggal bukan karena bunuh diri tetapi dibunuh,” ungkapnya.

Kepada polisi, anak korban, SP akhirnya mengakui telah menghabisi nyawa ibu kandungnya bersama istri. Ia pun mengaku mendapat bisikan gaib untuk menghilangkan nyawa ibunya itu.

Baca: Bantuan Rp 600 Ribu untuk Karyawan Batal Cair Hari Ini, Menaker Minta Maaf

Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh menantu korban HM. Ia mengaku ada motif pembunuhan adalah faktor ekonomi.

“Masih kita dalami, motif yang sebenarnya yang membuat para pelaku ini sampai tega membunuh orang tuanya sendiri,” ujar Ali.

Sedangkan untuk kronologi, Ali mengungkapkan peristiwa nahas itu dilakukan Sabtu (22/8/2020). Sekitar pukul 00.00 WIB tersangka SP memotong tali terpal, kemudian sekitar pukul 03.00 tersangka SP dan istrinya HM bangun lalu masuk ke kamar korban.

Baca: Ini Alasan Pemerintah Tunda Pencairan Bantuan Rp 600 Ribu untuk Karyawan

“SP langsung memukul korban yang sedang tidur dengan tongkat milik korban ke arah samping kepala sebelah kiri, selanjutnya tersangka SP dan HM mengangkat korban ke pohon rambutan di belakang rumah,” ungkapnya seperti dilansir dari Liputan 6.

Kemudian SP membuat simpul dan menggantungkan korban di pohon rambutan. Kemudian tersangka HM masuk ke dalam rumah dan tersangka SP menunggui korban yang bergantung sekitar 5 menit untuk memastikan korban tidak bergerak lagi dan tersangka SP masuk rumah menyiapkan beras untuk dimasak.

”Tersangka SP ke belakang pura-pura mau mencuci beras, lalu tersangka SP berteriak dan berpura-pura kaget melihat ibunya tergantung. SP langsung memanggil adiknya yang tinggal di sebelah rumah untuk membuat alibi peristiwa bunuh diri,” tambahnya

Atas perbuatan tersebut, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 UU nomor 32 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detikcom, Liputan 6

#temanggungAnak Bunuh Orang TuaPembunuhan