PDAM Kudus Baru Bisa Manfaatkan Air Bendungan Logung 2024 Mendatang

MURIANEWS, Kudus – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus dimungkinkan baru bisa memanfaatkan Bendungan Logung untuk kebutuhan air baku pada 2024 mendatang.

Hal tersebut dikarenakan masih banyaknya sarana dan prasarana yang harus dibangun. Guna bisa mengolah air permukaan menjadi air baku yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Direktur Teknik PDAM Kudus Yan Laksmana mengatakan, sampai saat ini sendiri, pembangunan sarana baru memasuki tahap pembuatan glass tank. Daya tampung airnya hingga lima ribu liter air.

“Untuk sementara masih berproses di sana,” katanya, Sabtu (15/8/2020).

Setelah pembangunan glass tank rampung, akan dilanjutkan dengan pembuatan Water Treatment Plant (WTP), atau, instalasi pengolahan air serta penyediaan jaringan instalasi ke pelanggan. “Pengerjaan dua sarana tersebut langsung dari Kementerian PU,” ujarnya.

Sementara pihak PDAM, lanjut Yan, baru akan menyiapkan pipa sambungan ke rumah-rumah setelah dua sarana tersebut dihibahkan ke pihaknya.

Terkait wacana pengelolaan instalasi pengolahan air oleh pihak ketiga, kata dia, belum bisa direalisasikan karena berbagai pertimbangan.

Sehingga, pembangunan sarana dan prasarana pendukungnya hingga siap disalurkan ke pelanggan akan menunggu kucuran dana dari pemerintah. Penyediaan jaringan instalasi air bersih ke pelanggan sendiri, diperkirakan menghabiskan anggaran hingga Rp 120 miliar.

Dengan hasil, air baku yang diperoleh dari Bendungan Logung mencapai 200 liter per detik. Dari jumlah tersebut, pihak PDAM bisa mengestimasi penambahan pelanggan baru hingga 12.000 sambungan rumah.

Daerah yang bisa disuplai air bersih dari Bendungan Logung tersebut, yakni masyarakat yang bermukim di Kecamatan Jekulo, Mejobo dan sebagian Kecamatan Bae dan Dawe.

Adapun jumlah pelanggan PDAM Kudus saat ini berkisar 49.000-an pelanggan yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus, yakni Kecamatan Kota, Bae, Dawe, Gebog, Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, dan Jati.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Air BersihkuduslogungPDAM