Peneliti Yakini Harimau Jawa Masih Hidup di Hutan Angker di Jateng Ini, Termasuk Piton dan Merak

MURIANEWS, Semarang – Keberadaan Harimau Jawa diyakini masih berkembang biak dan belum punah. Bahkan, binatang langka ini masih ditemukan di salah satu hutan di Pulau Jawa.

Hutan yang diyakini sebagai hutan angker oleh warga sekitar itu bahkan berada di Jawa Tengah (Jateng). Hanya, di mana hutan angker tersebut berada tak dijelaskan gamblang untuk menghindari tangan jahil para pemburu.

Hal itu dinyatakan Didik Raharyono peneliti sekaligus Direktur Karnivor Jawa (PKJ). Dalam menyampaikan pernyataannya itu, ia juga memperlihatkan foto satwa tersebut yang didapatkan dari seorang pemburu di Jateng.

“Lokasinya ada di hutan angker. Warga mengatakan jarang masuk ke situ. Saya saja meminta orang untuk mengantarkan masuk ke lokasi ditemukannya harimau itu, tapi warga banyak yang tidak mau,” terangnya seperti dilansir Solopos.com, Jumat (14/8/2020).

Didik akhirnya diantarkan oleh orang yang memotret wujud Harimau Jawa itu. Dalam foto itu terlihat seekor harimau besar yang sedang berjalan.

Didik mengatakan foto tersebut diambil pada September 2018. Sementara dia datang ke sana pada 3 Desember 2018.

Hutan itu dianggap angker oleh masyarakat sekitar. Adapun habitat Harimau Jawa itu berada di hutan jati dengan sedikit titik hutan alam yang dianggap angker oleh warga sekitar.

“Di situ masih ada ular piton, ada burung merak. Ada babi hutan dan sedikit monyet,” sambung dia.

Sementara itu di bagian lain hutan itu ada lahan yang ditanami jagung dan palawija dengan sistem magersari. Dengan demikian ruang hidup antara manusia dan harimau jawa menjadi bercampur.

Menurut Didik, hutan habitat Harimau Jawa itu kini menghadapi ancaman ekspansi perusahaan. Warga setempat sempat menolak bila hutan itu dijadikan tambang.

Dalam pandangan pengikut aliran kebatinan Jawa, harimau dihormati sebagai simbah. Komunitas spiritual itu disebut turut menjaga harimau dalam kesunyian.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Harimau JawaHutan AngkerPulau Jawa