Buku Seberat Satu Kilogram Diduga Bom di Wonogiri Gegerkan Warga

MURIANEWS, Wonogiri – Buku mencurigakan dikira bom yang ditemukan seorang pemulung di Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Senin (10/8/2020) pagi sempat menggegerkan warga.

Buku berbentuk seperti kamus itu memiliki berat sekitar satu kilogram. Di dalam buku itu ada semacam piringan kaca, beberapa kabel, magnet, dan beberapa benda rangkaian elektronik.

Buku mencurigakan tersebut ditemukan di Dusun Tukluk RT 3/RW 6, Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri. Penemu adalah seorang pengumpul rosok bernama Mugiono, 50, warga Dusun Ngledok RT 3/RW 2 Desa Balepanjang, Kecamatan Baturetno, Wonogiri.

Mugiono menjelaskan awalnya dia tak tahu ada barang aneh di dalam buku tersebut. Lantaran itu, begitu ditemukan, buku langsung dibawa bersama barang rosok lainnya.

Dia baru menyadari buku itu mencurigakan begitu sampai di rumahnya. Menurut dia, buku tersebut berukuran sebesar kitab suci Alquran dengan ketebalan sekitar lima sentimeter.

Beratnya sekitar satu kilogram. Warna buku bermacam-macam, ada hitam dan putih. Sedangkan tulisannya atau tintanya berwarna emas. Ada semacam tombol berwarna merah juga.

Di dalam buku mencurigakan itu ada tulisan bahasa Arab. Di bagian dalam buku ada gambar seorang kiai.

“Rakitan elektronik tersebut berada di dalam buku. Di depan ada empat lembar kemudian baru rakitan elektronik. Buku kelihatan ambles gitu lho, dalamnya sekitar tiga sentimeter,” jelas dia seperti dikutip Solopos.com, Selasa (11/8/2020).

Selain buku tersebut, ia juga menemukan buku lainnya yang berisi seputar ilmu kejawen. Sekilas ia membaca ada yang berjudul kebal api dan kekuatan magnet.

Setelah mengetahui buku mencurigakan tersebut, diletakkan di area pekarangan rumahnya. Kemudian, Mugiono memanggil anak muda setempat. Pada Senin sekitar pukul 14.30 WIB, ia dan sejumlah pemuda membawa benda tersebut ke pinggir sungai di dekat rumahnya.

“Saya dibilangi anak-anak kalau benda tersebut membahayakan. Itu bom bilangnya. Kami membawa ke sungai dengan kayu. Tidak berani menyentuh. Buku yang awalnya terbuka, saya tutup kembali,” kata dia.

Sekitar pukul 19.30 WIB, ia ditemui ketua RW setempat untuk diajak melaporkan penemuan buku mencurigakan tersebut ke Polsek Baturetno. Kemudian langsung diajak ke lokasi penemuan.

“Anggota polisi datang ke sungai, lokasi benda ditaruh terkakhir, sekitar pukul 21.00 WIB. Kemudian pukul 24.00 WIB baru selesai pemeriksaan. Buku dibawa [polisi] sebagai barang bukti,” imbuh dia.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

#bom#buku#wonogiri