Sudah Ada 94 Warga Kudus Meninggal dengan Status Positif Covid-19

MURIANEWS, Kudus – Total kasus corona dalam wilayah di Kabupaten Kudus kini tembus 801 kasus. Artinya, sudah ada 801 warga Kudus yang tertular virus Covid-19 tersebut.

Dari jumlah tersebut, separuhnya telah dinyatakan sembuh. Yakni ada sebanyak 417 pasien. Namun juga ada 94 pasien corona yang meninggal dengan status positif corona.

“Hampir keseluruhannya meninggal karena penyakit penyerta,” ucap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi, Selasa (11/8/2020) pagi.

Walau demikian, pihaknya besama semua tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit masih terus berupaya merawat pasien-pasien corona semaksimal mungkin. Sehingga bisa menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan.

“Para nakes terus berupaya merawat dan menyembuhkan pasien semaksimal mungkin,” kata dia.

Andini menyebut, adanya penyakit penyerta juga menjadi salah satu faktor yang bisa memengaruhi kesembuhan pasien, selain tentunya kesiapan psikologis dan penanganan RS.

“Jika tidak ada penyakit penyerta, persentase kesembuhan pasien akan semakin tinggi,” lanjut dia.

Sementara untuk kasus aktif di Kudus sampai saat ini, Andini merincikan ada sebanyak 290 kasus.Sebanyak 202 di antaranya kini tengah menjalani isolasi mandiri. “Dengan diawasi tim kesehatan dari puskesmas setempat,” ujarnya.

Kabupaten Kudus juga, kata Andini juga masih merawat setidaknya sembilan pasien luar wilayah di sejumlah rumah sakit di Kudus. Sementara sisanya, ada 70 pasien luar wilayah yang diizinkan untuk melakukan isolasi mandiri.

Kemudian untuk pasien luar wilayah yang sudah sembuh, ada sebanyak 107 orang. Serta ada sebanyak 30 pasien luar wilayah yang meninggal dengan status positif corona.

“Sehingga sampai saat ini, Kudus sudah menangani sebanyak 216 pasien dari luar wilayah,” terangnya.

Sementara untuk status Kabupaten Kudus, Andini mengatakan Kudus masih berada di zona merah. Dalam artian, daerah yang memiliki risiko tinggi pada penularan Covid-19.

Hal tersebut, tambah Andini, adalah karena masih tingginya angka penularan di Kudus. “Baik karena tracing kontak maupun kasus-kasus baru di rumah sakit,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

coronacovid-19kuduspasien meninggal