Harga Merosot, Sayur Bandungan Diborong dan Dibagikan Gratis ke Warga

MURIANEWS, Semarang – Merosotnya harga sayuran dan buah-buahan selama wabah Covid-19 membuat sejumlah petani kelimpungan. Kondisi itu langsung direspon oleh sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Sabtu (8/8/2020) sore hingga petang kemarin, elemen masyarakat yang terdiri dari Komunitas Peduli Alam Lestari (KOMPASi) Kabupaten Semarang, Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Bandungan, Karang Taruna Kecamatan Bandungan, Taman Bunga Celosia dan sejumlah pengusaha serta seniman dari Kelompok Pengamen Kuliner (KPK) Ambarawa, memborong sayuran dan buah-buahan lalu dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Aksi membagi buah-buahan dan sayuran tersebut selain mendorong daya beli juga untuk mendukung program pencegahan Covid-19 yakni peningkatan gizi dan vitamin bagi masyarakat.

Dalam aksi sosial itu juga dihadiri Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha yang ikut blusukan ke pasar dan jalanan untuk membagikan sayur, buah jeruk, dan masker serta handsanitizer kepada warga.

“Kami merasa sangat prihatin, sebab angka positif Covid-19 di Bandungan masih tinggi. Selain itu dampak Covid menyebabkan daya beli rendah, bahkan harga beli sayuran dan buah menurun. Sehingga kami dari sejumlah elemen urunan untuk memborong buah Jeruk dan sayuran dari petani agar untuk dibagikan kepada masyarakat,” ujar Ketua Panitia Kegiatan, Pristyono Hartanto yang juga Ketua KOMPASi Kabupaten Semarang, petang tadi.

Aksi bagi-bagi sayuran gratis dilakukan warga Bandungan lantaran harga yang selalu merosot. (MURIANEWS/Istimewa)

Ditambahkan olehnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu agar muncul gerakan-gerakan sosial lainnya untuk membantu pemerintah memerangi Covid-19 dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kegiatan seperti ini akan terus kami galakkan. Bahkan dalam waktu dekat akan menggalakan olahraga, cuci tangan massal, serta berkesenian dan belajar kelompok di taman wisata agar siswa tidak bosan belajar secara daring,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan sejumlah elemen masyarakat di Bandungan ini. Menurutnya, kegiatan sosial pencegahan Covid-19 dan peningkatan ekonomi masyarakat perlu terus didorong.

“Kegiatan ini cuguh baik, karena memborong hasil panenan petani. Sehingga petani dapat penghasilan. Sayuran dan buah yang banyak mengandung vitamin ini juga bermanfaat bagi masyarakat apalagi di masa pandemi Covid seperti ini,” ujarnya.

Ngesti juga sempat mengunjungi T & T Coffee and Grill di Jalan Diponegoro No 16 Bandungan untuk menemui sejumlah kelompok seniman, pengurus Karang Taruna, serta tokoh-tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

Dalam dialog di warung kopi tersebut para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Bandungan berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang untuk lebih cepat dalam menata kota wisata Bandungan.

Selain itu Pemerintah Daerah diminta agar lebih memperhatikan pekerja seni, pekerja pariwisata serta mau membantu untuk promosi dan pemasaran produk.

“Kami berharap Pemda segera melakukan penataan Bandungan, sehingga kota wisata ini lebih bagus. Tidak macet lagi, tidak terlihat semrawut lagi. Kami pekerja seni dan pengrajin juga mohon dibantu untuk promosi dan pemasaran produk. Terutama di masa pandemi Covid memang butuh uluran tangan dari Pemda,” ungkap Rizki, 30, anggota Kelompok Seni Tari Bandungan.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

#bandunganbagi sayurharga merosot