Pasutri Hamil di Tegal Dibunuh Gara-Gara Utang Bisnis Lovebird, Keluarga: Nyawa Dibayar Nyawa

MURIANEWS, Tegal – Diduga telat membayar utang hasil jual beli burung lovebird, pasangan suami istri (Pasutri) Handi Purwanto (25) dan Citrawati (23) dibunuh rekan bisnisnya berinisial AS (25), Rabu (29/7/2020) dini hari.

Keduanya tewas bersimbah darah di rumah toko (ruko) mereka di Desa Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Namun, barang berharga milik korban tidak ada yang diambil

Tim resmob Polres Tegal yang bertindak cepat berhasil menangkap pelaku beberapa jam setelah pembunuhan.

Baca: Pemandu Karaoke di Kendal Dibunuh Pacarnya, Tubuhnya Dicor di Bak Mandi

Peristiwa tersebut langsung membuat geger. Apalagi, sang istri meninggal dengan luka bacok dalam kondisi hamil delapan bulan.

Kapolres Tegal AKBP Mohammad Iqbal Simatupang mengatakan, pelaku pembunuhan sudah ditangkap dan saat ini masih pemeriksaan intensif.

Kepada petugas, pelaku tega membunuh kedua korban karena dendam dengan korban Handi yang tak kunjung membayar bisnis burung lovebird.

Baca: Pembunuh Mayat Berhelm Dibekuk di Depan Kamar Mayat, Korban Sempat Diperkosa

“Sehari sebelum pembunuhan, pelaku ini menagih utang ke rumah korban namun korban belum sempat membayar utang kepada pelaku,” katanya seperti dikutip INews.

Karena hal tersebut, pelaku datang kembali untuk menganiaya korban. Pelaku pun melancarkan aksinya kepada Handi Purwanto terlebih dahulu.

”Hanya, saat pelaku menganiaya korban Handi, istri korban melihat kejadian tersebut dan berusaha meminta tolong kepada tetangganya di belakang rumah,” ungkapnya.

Baca: Gadis ABG di Jepara Dicekoki Miras 4 Pemuda, Dilecehkan dan Diperkosa

Melihat hal tersebut, pelaku langsung menganiaya istri Handi, Citrawati hingga mengalami luka parah. Korban Citrawati sempat dilarikan ke RSUD, hanya saja nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia.

”Korban sedang mengandung delapan bulan. Nyawa bayinya pun tak tertolong,” terangnya.

Kapolres menambahkan, terkait pembunuhan ini mengarah ke pembunuhan berencana. Ini lantaran selain membawa pisau pelaku juga membawa bensin.

Baca: Ibu Muda di Grobogan Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dibunuh

”Ini masih data awal dan akan kami dalami, mengapa tersangka membawa pisau dan bensin tersebut. Barang-barang korban tidak ada yang hilang dan aman,” ujarnya dilansir dari Tribun Jateng.

Perwakilankeluarga korban Handi, yaitu Kakek Ramli (67) mengatakan, korban Handi yang merupakan cucunya semasa hidup adalah sosok anak yang pendiam.

Handi dan istri baru menikah sekitar setahun dan sebentar lagi akan memiliki anak.

Baca: Miris, Gadis MTs di Kudus Digilir Tiga Pemuda

Menurut Ramli, sang cucu tidak pernah berbisnis burung tetapi memiliki counter HP dan menjadi agen. “Saya terakhir kali ketemu dengan korban, cucu saya Handi sekitar sebulan yang lalu. Saya tidak pernah mendengar korban memiliki masalah dengan siapa pun karena anaknya pendiam,”.

Ramli pertama kali mendapat kabar duka tersebut dari orangtua korban. Sedangkan yang melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian tetangga korban.

“Kalau saya dari pihak keluarga ya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa dihukum mati karena ini pembunuhan berencana. Dari pihak keluarga ya ingin demikian, nyawa harus dibalas nyawa juga,” tandasnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: INews Jateng, Tribun Jateng

#tegalDelapan BulanIstri HamilPasutriPembunuhan