OPINI

Keluarga Milenial dan Optimalisasi Peran Bidan Desa

Lina Kushidayati *)

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki program ‘Generasi yang mempunyai Rencana’ (Genre). Tujuan utamanya,  remaja memahami pentingnya perencanaan pembangunan keluarga, agar bila berkeluarga terwujud keluarga yang unggul dan sehat.

Sasaran pokok Genre adalah tiga hal, memerangi seks pranikah, nikah dini (nikah usia anak, di bawah 19 tahun), dan melawan narkoba.

Seks pranikah dapat disikapi dengan pendidikan reproduksi yang ilmiah dan santun, agar tak terjadi nikah dini dengan sosilisasi dampaknya seperti stunting (melahirkan anak kerdil), anak tidak sehat, dan membebani keluarga karena belum mampu mandiri. Sedangkan narkoba disiasati dengan bekerja sama dengan pihak yang expert yakni Badan Narkotika dan Polri agar menyosialisasikan dampak narkoba.

Hal yang pokok pula, menghadirkan eks-korban narkoba yang insyaf untuk memberi pencerahan pada remaja agar tidak larut dalam dunia kelabu. Hal ini dapat dilakukan oleh forum Karangtaruna, ormas keagamaan, lembaga pendidikan ekstrakulikuler seperti kepanduan, dan lainnya.

 

Bidan Desa

Dalam upaya tersebut, pemerintah desa perlu mengoptimalkan peran bidan desa sebagai lokomotif keberhasilan program Genre yang dicanangkan oleh BKKBN. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan dalam pasal 46 dijelaskan tugas bidan meliputi pelayanan kesehatan ibu dan anak, reproduksi perempuan dan Keluarga Berencana (KB).

Kebidanan adalah segala  sesuatu yang berhubungan dengan bidan dalam memberikan pelayanan kepada perempuan, selama masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, pascapersalinan, masa nifas, bayi baru lahir, bayi, balita, anak prasekolah, kesehatan reproduksi perempuan dan KB.

Hal itu sebagai upaya mewujudkan kehidupan warga yang sehat, dan pemerintah desa memiliki Anggaran Dana Desa (ADD) yang lazim belum melirik untuk mengoptimalkan bidan agar generasi milenial yang lihai mengakses sumber informasi dapat tertamengi dari hal negatif.

Bila anggaran tahun 2020 sudah teraplikasikan pada ragam aktivitas program desa, untuk anggaran tahun 2021 nanti merupakan ajangnya. Dengan demikian, dinas yang menangani KB, anak, pemuda, dan desa perlu duduk bersama dengan Polri dan BNN untuk mengegolkan program Genre.

Semoga generasi milenial ketika menapaki keluarganya tidak menjadi beban keluarga, masyarakat, dan negara. Nuwun. (*)

 

*) Penulis adalah dosen IAIN Kudus

bidan desaMilenialOpini