RKB New Normal Ponpes di Kudus Membengkak Jadi Rp 9 Miliar, Ini Sebabnya

MURIANEWS, Kudus – Rencana Kebutuhan Anggaran (RKB) persiapan new normal di 114 pondok pesantren di Kabupaten Kudus membengkak menjadi Rp 9 miliar. Jumlah tersebut membengkak hampir tiga kali lipat dibandingkan usulan awal yang hanya sebesar Rp 3,3 miliar.

Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kudus ‎Sulthon mengatakan, penambahan tersebut dilakukan karena salah satunya ada penyediaan rapid test untuk para santri.

“Anggaran pengajuan rapid test per santri Rp 175 ribu dikali 22 ribu orang santri. Belum lagi perlengkapan tambahan lain seperti sabun kesehatan. Jadi memang ada pembengkakan anggaran dari yang sebelumnya,” katanya Jumat (7/3/2020).

Sebagai bahan pertimbangan, lanjut Sulthon, rapid test dinilai sebagai hal yang sangat dibutuhkan untuk menyambut santri untuk kembali ke pondok.

“Karena ada banyak santri dari luar daerah. Dengan rapid test bisa jadi skrining awal dan memfilter sehat atau tidaknya santri. Kalau sarana prasarana lainnya sifatnya pencegahan,” ujarnya.

Sulthon, Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren pada Kemenag Kudus . (MURIANEWS/ Yuda Auliya Rahman)

Saat ini, proposal penambahan pengajuan anggaran tersebut telah masuk ke Pemkab Kudus untuk dilakukan verifikasi.

“Ini sudah dalam tahap verifikasi, kami hanya melakukan monitoring saja. Proses pencairanya dan pembelanjaan nanti diserahkan ke Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP),” jelasnya.

Ia mengakui bahwa persiapan ini memang dinilianya kurang cepat. Karena saat ini sudah ada beberapa santri yang sudah masuk, namun persiapannya masih belum matang.

“Bulan Syawal biasanya memang tahun ajaran baru pondok pesantren dan beberapa santri sudah ada yang masuk. Saat ini sekitar 25 persen santri sudah masuk,” terangnya.

Baca: RAB New Normal 114 Ponpes di Kudus Capai Rp 3,3 Miliar

Menurutnya ada beberapa pondok pesantren yang sudah masuk dan melakukan rapid test mandiri untuk santri. Seperti Ponpes Arwaniyah serta Ponpes Yanbu’ul Qur’an.

“Seperti Pondok Yanbu’ul Qur’an sangat selektif sekali. Dari rumah para santri tidak boleh menggunakan angkutan umum (harus diantar keluarga) dan juga tidak boleh mampir makan serta berkunjung ke tempat lain,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

kudusponpesrapid test