Kompetisi Segera Digelar, Format Seleksi Persiku Mulai Digodok

MURIANEWS, Kudus – Manajemen Persiku Kudus sesegera mungkin akan menggodok format seleksi pemain Persiku Kudus 2020. Perencanaan tersebut, selambat-lambatnya akan dilakukan pekan depan.

Manajer Persiku Kudus Sunarto mengatakan, perencanaan skema dan teknis seleksi dilakukan, usai dihembuskannya angin segar oleh PSSI Pusat. Yakni perihal kompetisi sepak bola di Indonesia yang akan segera digelar kembali.

“Kami sudah mulai ancang-ancang kembali untuk menyusun bagaimana teknis seleksi nanti,” kata Sunarto, Kamis (2/7/2020).

Teknis seleksi, kata dia, adalah segala hal yang berkaitan dengan standart protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Sehingga pada saat seleksi nanti, semua pemain bisa aman dari bahaya corona.

“Tentu kami akan pertimbangkan semua aspek kesehatan, itu wajib,” ujarnya.

Untuk rencana awal, pihaknya menargetkan akan menggelar seleksi bulan Juli 2020 ini. Namun, untuk pastinya, manajemen akan menunggu keputusan bersama. Termasuk di dalamnya masukan dari Askab PSSI Kudus.

“Mereka adalah ayah kami, jika Askab sudah mengizinkan, maka segera kami lakukan,” lanjut dia.

Masyarakat, dalam hal ini pecinta sepak bola Kudus pun diharapkan bisa sedikit bersabar. Pihaknya berjanji akan segera menggelar seleksi sesegera mungkin apabila semua aspek sudah mendukung.

Dalam pelaksanaannya nanti, seleksi akan diserahkan sepenuhnya pada tim pelatih. Untuk tahap pertama, akan tetap mengutamakan pemain-pemain lokal.

Soal kabar simpang siur yang sempat terdengar perihal aliran dana Persiku Kudus, pihaknya menjamin tak ada informasi yang tertutup soal kemana saja dana tersebut digunakan.

Audiensi dengan Askab PSSI Kabupaten Kudus juga telah dilakukan Rabu (1/7/2020) malam. Dengan tujuan, menghindari adanya kesalahan komunikasi terkait hal tersebut.

“Jika memang Askab mengundang kami lagi, kami siap untuk memenuhi panggilan audiensi,” jelas dia.

Persiku sendiri sudah menerima anggaran dari Askab PSSI Kudus sebesar Rp 400 juta. Jumlah tersebut, sudah digunakan untuk menyewa mess pemain, pembelian bola dan baju latihan untuk kepentingan seleksi, serta operasional managemen.

“Penyerapannya kira-kira baru 15 persen, sementara sisanya belum terpakai,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

kuduspersikuseleksi