Ganjar Beberkan Penanganan Covid-19 di Hadapan Jokowi, Jepara Risiko Tinggi

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melaporkan penanganan Covid-19 ke Presiden RI Joko Widodo, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (30/6/2020). Sejumlah klaster menonjol di provinsi ini pun dilaporkan.

Sampai saat ini jumlah kasus positif corona di Jateng tercatat sebanyak 3.996 kasus. Sementara pasien yang masih dirawat sebanyak 1.818 orang, pasien sembuh ada 1.856, serta pasien meninggal 322 orang.

Ganjar juga menyatakan, tengah melakukan analisis dari pasien positif. Di mana ada penambahan kasus yang banyak terjadi di pekan ke-26 sebanyak 922 kasus.

Hal ini terjadi karena Kota Semarang aktif melakukan pemeriksaan PCR. Dan itu sudah melebihi dari target.

Ganjar juga melaporkan klaster-klaster menonjol penyebaran corona di Jateng. Yakni ASN, pegawai PLTU Jepara dan pasar tradisional.

“Ada pegawai PLTU, pasar tradisional di Kota Semarang, panti lansia, dan polres yang ada di Rembang. Kami sudah koordinasi dengan Polda untuk dilakukan satu isolasi di sana. Lalu ada nakes dan pegawai PLTU yang ada di Jepara,” katanya.

Pihaknya juga terus melakukan komunikasi dan tes kepada mereka yang berasal dari klaster Gowa, dan Temboro.

Ganjar juga memperlihatkan peta epidemiologi Covid-19 di Jateng. Tampak dari peta, beberapa daerah yang sebelumnya merah, kini beranjak ke orange dan kuning.

Risiko tinggi saat ini, kata Ganjar, konsentrasi ada di Kota Semarang, Demak, dan Jepara. Meski demikian pihaknya tidak bisa melepaskan dari area Semarang Raya. Seperti Kota Semarang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, dan Salatiga.

“Maka sekarang kami lagi membantu kawan-kawan bupati, wali kota yang hari ini juga hadir dalam vidcon. Mereka, pasukan di depan yang kita minta untuk mengamankan daerah masing-masing,” ujarnya.

Pihaknya juga melakukan analisis dari banyaknya pasien meninggal. Dari hasil analisis itu didapat kesimpulan jika rata-rata pasien meninggal memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, ginjal kronis, gagal jantung, jantung koroner, asma, stroke, dan lainnya.

Baca: Zona Merah Tinggal Kota Semarang dan Demak, Ganjar Harap Kepala Daerah Tetap Tak Gegabah

Ganjar berharap bantuan mobil dari Gugus Tugas pusat bisa dimanfaatkan ke titik-titik kota dan kabupaten agar bisa membantu  penanganan bisa lebih cepat. Pihaknya juga telah menyediakan rumah sakit, dan tempat isolasi yang memadai.

Langkah penanganan selanjutnya, adalah membentuk korwil di enam eks-karesidenan di Jawa Tengah. Tujuannya antara lain mendorong penemuan kasus di kabupaten dan kota dengan metode contact tracing, screening, swab, dan pengiriman spesimen secara masif. “Maka kita back up lab-nya. Dan kita uji coba di tempat wisata berupa kenormalan baru agar kita bisa tahu,” paparnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa ancaman Covid-19 belum berakhir dan kondisinya juga masih sangat dinamis.

Oleh karenanya, pemantauan (monitoring) dan evaluasi terhadap kebijakan saat memasuki masa tatanan baru atau new normal harus terus dilakukan.

”Kita harus menjaga jangan sampai muncul gelombang kedua, jangan sampai muncul second wave,” ujar Presiden.

Jokowi memerintahkan agar jangan sampai membuka tatanan baru, tetapi tidak melalui tahapan-tahapan yang benar dan jangan dipaksa.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa masa prakondisi betul-betul harus dilakukan sehingga timing-nya kapan dibuka harus tepat.

”Tidak usah tergesa-gesa yang karena yang kita hadapi ini dua, kesehatan dan ekonomi, yang semuanya harus berjalan dengan baik. Kalau memang keadaannya naik, ya tutup lagi, harus berani seperti itu, harus berani memutuskan seperti itu,” jelasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

coronacovid-19Ganjar PranowoJokowiPemprov Jateng