Meninggal di Trotoar, Mayat Pria di Grobogan Dievakuasi Petugas Ber-APD

MURIANEWS, Grobogan – Sejumlah warga dan pengguna jalan yang melintas di Jalan S Parman Purwodadi digegerkan dengan adanya seorang pria yang meninggal dunia di trotoar, Rabu (20/5/2020).

Lokasi kejadian berada di samping timur kantor Bappeda Grobogan atau depan apotek Satria. Petugas dilengkapi alat pelindung diri (APD) diterjunkan untuk mengevakuasi mayat tersebut.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan. Apalagi saat ini virus corona tengah mewabah.

Korban diketahui bernama Suprat (65), warga Kecamatan Gabus, Grobogan. Saat ditemukan tergeletak di trotoar, pria tersebut mengenakan celana panjang, baju motif batik warna merah, jaket warna hitam dan ada tas kulit cokelat yang dikalungkan di lehernya.

Semula, pria itu dikira sedang berteduh di bawah pohon angsana hingga ketiduran. Namun, warga akhirnya merasa curiga karena setelah dipanggil beberapa kali, orang itu tidak menunjukkan reaksi. Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa itu pada pihak kepolisian.

Tidak lama kemudian, polisi dan tim medis dari Puskesmas Purwodadi I yang mengenakan APD sudah tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Purwodadi yang jaraknya hanya sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Purwodadi AKP Sudarwati mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, korban meninggal akibat terkena serangan jantung.

Dugaan itu juga dikuatkan dengan ditemukannya kantong plastik warna hitam milik korban yang didalamnya terdapat beberapa jenis obat.

Ia menyebut, dari keterangan dokter RSUD Purwodadi, beberapa jenis obat-obatan tersebut merupakan obat sakit jantung.

“Dari hasil pemeriksaan visum dan dengan ditemukannya obat tersebut, diduga korban meninggal karena serangan jantung. Tidak ada bekas penganiayaan pada tubuh korban,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

GROBOGANmayat
Comments (0)
Add Comment