Curhatan Pasien Sembuh dari Corona: Saya Berharap Kami Tak Dikucilkan

MURIANEWS, Semarang – Dua pasien positif corona di Jawa Tengah dinyatakan sembuh. Keduanya kini telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah beberapa hari menjalani perawatan di ruang isolasi.

Kedua pasien yang sembuh itu yakni Robby dan Purwati. Keduanya pun ditelepon langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menanyakan kondisinya.

Saat ditelepon ini, dua warga itu pun langsung curhat ke Ganjar. Robby, yang merupakan seorang pemandu wisata di Bali mengaku kepada Ganjar jika awalnya merasa denan saat masih berada di Pulau Dewata.

Ia pun memutuskan pulang kampung. Setibanya di Bandara Adi Soemarmo Solo, tim yang memerika kesehatan penumpang langsung membawanya ke RSUD dr Moerwardi Solo.

Di rumah sakit inilah, Robby divonis telah terpapar virus Covid-19. Ia pun harus menjalani isolasi di rumah sakit selama 16 hari.

“Saya dinyatakan positif corona. Saya belum sempat pulang dan langsung dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah sekarang sudah sehat, sudah dinyatakan negatif (Covid-19),” katanya kepada Ganjar.

Ia mengaku merasa jenuh selama menjalani perawatan di ruang isolasi. Namun menurutnya, dukungan moral dari para petugas medis membuatnya bersemangat untuk sembuh.

“Dokter dan perawat-perawatnya selalu memberikan dukungan dan melakukan penanganan medis dengan sangat baik. Itu membuat saya semakin semangat untuk sembuh. Saya hanya berdoa, semoga penyakit ini segera berakhir,” ujarnya.

Baca: Jateng Siapkan Rp 1,4 Triliun Atasi Dampak Corona, 1,8 Juta Warga Diberi BLT

Meski telah sembuh, Robby tetap mengaku membutuhkan dukungan dari masyarakat. Ia khawatir jika setelah pulang ke rumah, ia akan dikucilkan oleh warga sekita.

“Saya berharap masyarakat tidak mengucilkan kami. Karena kami butuh support untuk menjalani semuanya,” akunya.

Dia juga meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan pemerintah untuk mengisolasi diri di rumah dan menjaga kesehatan masing-masing.

“Yang kerja di luar kota, saya juga berharap tidak mudik dulu, takutnya keluarga di rumah tertular. Jangan sampai semakin banyak orang tertular. Saya sendiri sudah merasakan betapa sakitnya harus menjalani pengobatan akibat virus ini,” tutupnya.

Sementara Purwanti mengaku tertular virus tersebut dari suaminya yang mengikuti seminar di Bogor, Jawa Barat. Sang suami akhirnya meninggal dunia di RSUD dr Moewardi, menyusul rekan yang sama-sama mengikuti seminar di tempat yang sama.

Saat ditelepon Ganjar, Purwanti tidak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan atas kesembuhannya. Selama 11 hari diisolasi, Kamis (26/3/2020) lalu, ia diperbolehkan pulang.

Alhamdulillah, Tuhan masih sayang sama saya pak. Saya diberikan kesembuhan dan dinyatakan negatif corona,” kata Purwanti.

Berbeda dengan suaminya yang mengalami demam tinggi selama beberapa hari, Purwanti justru tidak merasakan gejala penyakit apapun. Satu-satunya yang dikeluhkannya adalah rasa haus yang luar biasa, yang membuatnya selalu ingin menenggak air.

“Saya tidak merasa apa-apa. Setelah suami ketahuan positif corona, kami sekeluarga dites dan saya ternyata juga positif (Covid-19),” terang Purwanti.

Baca: Dokter yang Dampingi Imam Suroso Negatif Corona, Bupati Pati Luruskan Hoaks

Ganjar menyatakan sengaja menelpon dua pasien yang sembuh itu untuk mendengarkan cerita dan pengalaman mereka. Termasuk bagaimana mereka bisa tertulaar, dan proses penyembuhan.

“Agar masyarakat bisa belajar dari kisah ini, belajar dari pengalaman mereka yang berhasil berjuang untuk sembuh. Mudah-mudahan ini menginspirasi semuanya,” kata Ganjar.

Kisah ini, lanjut Ganjar, juga dapat menjadi pelecut semangat bagi mereka yang dinyatakan positif Covid-19. Juga pada Pasien dalam Pengawasan (PDP) dan Orang dalam Pemantauan (ODP), agar berjuang untuk sembuh.

Ia juga meminta doa dan dukungan dari semua masyarakat agar para pasien maupun tenaga medis senantiasa diberikan kesehatan.

“Kepada masyarakat yang sehat, mari kita bantu para tenaga medis dengan memutus mata rantai penyebaran virus corona ini. Kalau tidak penting jangan keluar rumah dulu. Juga saya minta, hilangkan stigma negatif pada saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari virus corona ini, mereka semua butuh doa dan suport kita bersama,” pungkas Ganjar.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

covid-19Ganjar Pranowopasien coronaPemprov Jateng
Comments (0)
Add Comment