Imam Suroso Meninggal, 10 Orang Dikarantina Termasuk Anak dan Istri

MURIANEWS, Pati – Sebanyak 10 orang dikarantina dan harus diisolasi selama 14 hari menyusul meninggalnya Imam Suroso, anggota DPR asal Pati, Jateng dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19).

Mereka terdiri atas istri dan putri almarhum yang kini menjadi orang dalam pemantauan (ODP) di Semarang, serta delapan orang lainnya tim medis RS Mitra Bangsa dan Yayasan Bumi Wali Songo milik almarhum. Yakni seorang dokter umum, dua orang senior manajer, seorang manajer dan empat orang staf.

Mereka menjalani isolasi 14 hari, karena berada dekat selama bakti sosial membagikan masker bersama almarhum dan menjemput dari rumah serta mengantar almarhum ke rumah sakit.

“Kami isolasi, karena pada Selasa, 24 Maret, tim medis RS terdiri atas seorang dokter umum dan dua orang staf marketing, yang menyertai Pak Imam Ke Pasar Puri, kami rumahkan (isolasi diri) karena mulai demam dan nyeri tenggorokan serta batuk,” ujar Sugeng Ristanto, juru bicara RS Mitra Bangsa Pati, seperti dikutip dari Berita Satu, Sabtu (28/3/2020).

Sugeng menjelaskan kronologi peristiwanya dimulai saat Jumat (20/3/2020) sore, almarhum beserta satu dokter dan dua Staf Marketing ke Pasar Puri untuk melakukan edukasi dan bakti sosial terkait Covid pada masyarakat di daerah itu.

Pada Sabtu (21/3/2020) pagi pukul 10.00 WIB almarhum mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan, minta diperiksa di rumah sekaligus merawat luka karena baru dilakukan tindakan bedah minor dibagian kaki, beberapa hari sebelumnya.

Baca:

Kemudian, Tim dari RS terdiri atas satu orang dokter umum, satu perawat, dua cleaning service, satu driver, berangkat ke rumah almarhum dengan APD lengkap. Itu dilakukan karena pihak RS menduga almarhum masuk ODP dengan riwayat baru pulang dari Jakarta.

“Tim kami sekaligus mengambil sampel darah Pak Imam untuk diperiksa rutin di lab RS Mitra Bangsa, sekaligus diberi obat,” tuturnya.

Pada Sabtu sore, dia menghubungi almarhum lewat telepon meminta pihak keluarga melakukan isolasi diri untuk 14 hari ke depan.

Demikian pula beberapa karyawan yayasan dan RS (yakni dua senior manager/kabid, satu manajer, dan dua staf) yang pada Sabtu siang mengikuti kegiatan bersama Ibu Asih (istri almarhum), diminta untuk tidak masuk bekerja pada Senin (23/3/2020) untuk isolasi diri dan masuk dalam ODP.

Pada Minggu (22/3/2020) pukul 16.00 WIB, Mega, putri almarhum melaporkan kondisi ayahnya panas tinggi, meskipun baru diinfus Paracetamol, dan batuknya makin hebat.

Pihak keluarga kemudian berkonsultasi untuk membawa beliau ke RSUP dr Kariadi Semarang. Namun, pada Jumat (27/3/2020) malam, nyawanya tak tertolong.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Berita Satu

imam surosopdpRS Mitra Bangsa
Comments (0)
Add Comment