Kabar Gembira, Dua Pasien Corona di Jateng Sembuh

MURIANEWS, Semarang – Kabar  gembira datang di tengah penyebaran wabah virus corona. Dua orang warga Jawa Tengah yang sebelumnya positif terpapar Covid-19, kini telah dinyatakan sembuh.

Dua pasien itu bahkan kini telah dipulangkan ke rumah masing-masing, lantaran kondisinya sudah sehat. Meski demikian, pihak berwenang tetap memantau kondisi kesehatan kedua warga yang sembuh ini.

Dua pasien positif corona di Jateng yang telah dinyatakan sembuh itu sebelumnya dirawat di RSUD dr Moewardi Solo dan di RS Tlogorejo Kota Semarang.

Salah satu pasien yang sembuh diketahui berasal dari Mojosongo, Solo. Pasien yang diidentifikasi sebagai pasien 05 itu, merupakan satu klaster dengan pasien 02 di Solo yang meninggal pada Selasa (24/3/2020) lalu.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih. Ia menyatakan, meski sudah dinyatakan sembuh, pasien tersebut akan tetap dipantau. Pasien juga tetap diminta tidak keluar rumah untuk meminimalisir kontak dengan warga lainnya.

Ia menyatakan, pasien perempuan itu dinyatakan sembuh setelah melihat dua kali hasil swab secara berturut-turut yang menunjukkan hasil negatif corona.

“Memang sebenarnya Covid-19 itu bisa sembuh sendiri. Apalagi kalau daya tahan tubuhnya baik. Tapi jangan karena bisa sembuh sendiri itu lantas seenaknya sendiri. Tetap harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan jaga jarak,” katanya dikutip dari Solopos.com.

Informasi mengenai kesembuhan pasien positif corona di Jateng ini juga dimuat dalam situs corona.jatengprov.go.id. Data dalam situs itu di-update pada Jumat (27/3/2020) pukul 14.00 WIB.

Disebutkan, kasus positif corona di Jateng hingga hari ini tercatat sebanyak 40 kasus. Dengan rincian, enam orang meninggal dunia, dua pasien sembuh, dan 32 masih dirawat intensif di 14 rumah sakit.

Baca: Bupati Haryanto: Hingga Saat Ini Pati Belum Ada yang Positif Corona

Rumah sakit yang paling banyak menangani kasus positif corona yakni RSUP dr Kariadi Semarang. Di rumah sakit ini total ada delapan pasien yang tengah dirawat di ruang isolasi.

Sementara jumlah Pasien dalam Pemantauan (PDP) tercatat sebanyak 294 orang. Sebagian dari mereka kini tengah menunggu hasil lab terhadap sampel swab, untuk menyatakan positif atau negatif.

Sementara Orang dalam Pemantauan (ODP) tercatat sebanyak 3.638 orang, yang tersebar di semua kabupaten/kota di Jateng. Para ODP ini akan menjadi prioritas Pemprov Jateng dalam pemeriksan menggunakan alat rapid test yang baru dikirimkan pemerintah pusat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ada sebanyak 8.400 Rapid Test Kit yang telah tiba di Jateng. Alat itu, akan diprioritaskan ke daerah dengan jumlah ODP paling banyak.

Baca: 8.400 Rapid Test Kit Tiba di Jateng, Ganjar: ODP Diprioritaskan

Para ODP ini nantinya akan didatangi oleh petugas ke rumahnya untuk dilakukan pemeriksaan. Sehingga masyarakat diimbau tak perlu berbondong-bondong ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami akan mendatangi ODP, jadi mereka di rumah saja, karena kami sudah punya datanya semua. Selain itu, ODP kan memang harus di rumah, mengisolasi diri. Maka kami akan jemput ke rumah dan melayani semuanya,” terangnya.

Alat itu diklaim mempunyai kecepatan untuk mendeteksi virus. Selain itu, Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga telah ditunjuk Kementerian Kesehatan sebagai laboratorium penelitian penyakit corona. Sehingga sampel dari pasien tak perlu dibawa ke Jakarta atau ke Yogyakarta.

Di laboratorium itu, pengecekan dapat dilakukan hanya dalam hitungan jam. Apabila sampel tiba sebelum pukul 12.00 WIB, maka hasil pengecekan sampel bisa diketahui pada sore hari.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

#solocoronacovid-19pasien sembuhPositifrapid testVirus
Comments (0)
Add Comment