Dampak Corona, Harga Ikan di Pati Terjun Bebas

MURIANEWS, Pati – Akibat wabah virus corona (covid-19) harga ikan di Kabupaten Pati terjun bebas. Ini lantaran, ekspor ikan laut saat ini sudah tidak bisa lakukan.

Seperti yang terpantau di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti. Tempat lelang yang biasanya ramai oleh pedagang dan pembeli ikan menjelang tengah, kini suasananya sepi. Hanya beberapa pedagang yang terlihat membuka lapaknya.

Pedagang Ikan di TPI Banyutowo Parni mengatakan, meski para nelayan di desanya masih banyak yang melaut, namun harga ikan hasil tangkapan nelayan kini turun drastis. Harga sejumlah jenis ikan laut mengalami penurunan bervariasi antara 30-50 persen.

Tercatat, harga cumi-cumi yang sebelumnya Rp 65 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 50 ribu per kilo. Harga tongkol ukuran besar yang normalnya bisa mencapai Rp 35 ribu, kini hanya dihargai Rp 20 ribu saja. Bahkan rajungan yang sebelumnya Rp 65 ribu per kilogram, kini hanya menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.

“Harga ikan-ikan lainnya juga sama. Pokoknya rata-rata turun 30 hingga 50 persen dari harga sebelumnya. Itupun masih sepi pembeli,” ujarnya, Kamis (26/3/2020).

Keluhan senada juga diungkapkan Totok, nelayan Desa Banyutowo. Menurutnya, semenjak adanya imbauan mengantisipasi penyebaran Covid-19, membuat TPI di desanya sepi. Karena warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Sehingga para pelanggan dan pembeli enggan keluar untuk membeli ikan hasil tangkapan para nelayan.

Situasi tersebut membuat sebagian nelayan memutuskan untuk tidak melaut, karena hasilnya tidak sebanding dengan biasa operasional yang dikeluarkan. Kalaupun terpaksa melaut, karena untuk menyambung kebutuhan dapur. Sehingga memaksa sebagian dari nelayan tetap melaut.

“Tetap melaut, tapi harga ikan saat ini semua turun. Sedangkan harga solar tidak turun. Sedangkan hasil tangkapan saat ini juga sepi, tidak seperti biasanya. Nanti kalau tidak melaut makan apa,” keluh Totok.

Ikan tangkapan mereka hanya sebatas dijual ke pasar tradisional saja. Bahkan untuk kirim keluar daerah sudah tidak ada. Karena pedagang dari luar daerah juga sudah tidak ada yang datang untuk ikut lelang. “Paling kalau tidak laku dilelang ya di jual ke pasar tradisional. Namun, harganya juga tidak ikut terdongkrak. Bahkan rata-rata turun hingga 50 persen,” sambungnya.

Kini para nelayan di wilayah Pantai Utara Pati hanya bisa pasrah sembari berharap wabah virus korona segera berakhir. Sehingga harga ikan laut hasil tangkapan nelayan juga bisa kembali stabil.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

dampak coronaHarga IkannelayanPedagang IkanTPI Banyutowo
Comments (0)
Add Comment