Ganjar Siapkan Balai Diklat dan Hotel Pemprov Jadi Ruang Isolasi

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memastikan telah mempunyai skenario jika penyebaran Covid-19 di provinsi ini semakin memburuk. Termasuk di antaranya mengubah sejumlah tempat milik pemerintah menjadi ruang isolasi darurat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut, ada sejumlah tempat yang telah didata dan disiapkan untuk menjadi lokasi isolasi, jika kondisi semakin memburuk. Di antaranya yakni Balai Diklat serta Hotel Kesambi milik Pemprov Jateng,

“Kalau kondisi memburuk, kami sudah menyiapkan beberapa tempat seperti Balai Diklat atau hotel milik kami sebagai ruang isolasi. Kamarnya lumayan banyak, sehingga bisa disiapkan untuk itu,” kata Ganjar, Kamis (26/3/2020).

Selain dua tempat itu, Balai Diklat Kemenag, Asrama Haji Donohudan, juga GOR Jatidiri juga jadi pilihan. Bahkan Ganjar juga meminta tenda-tenda disiapkan sebagai alternatif paling akhir.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk memanfaatkan aset milik dua lembaga negara itu sebagai ruang isolasi.

“Bahkan sekarang saya sudah meminta BPBD untuk mendata, berapa jumlah tenda yang kita punya. Kami sudah mengantisipasi sampai sedetil itu, sambil terus berusaha melakukan langkah-langkah preventif,” ujarnya.

Langkah ini juga telah disampaikan Ganjar kepada Presiden Jokowi saat rapat terbatas melalui video conference, Selasa (24/3/2020) kemarin.

Ganjar memastikan puluhan rumah sakit di Jateng telah siap menangani pasien corona. Rumah sakit itu terdiri dari 13 rumah sakit rujukan lini satu, dan 45 rumah sakit lini dua, serta rumah sakit lainnya yang masuk dalam lini tiga.

Dukungan beberapa rumah sakit swasta juga telah dipersiapkan. Meski tidak memiliki ruang isolasi yang banyak, namun bantuan dari rumah sakit swasta itu diharapkan mampu menanggulangi wabah ini.

“Beberapa rintisan rumah sakit di Solo dan Brebes juga akan kami siapkan khusus untuk ini. Tetapi bagaimanapun kita harus melakukan tindakan preventif, supaya tidak semua tertular dan lari ke rumah sakit. Untuk itu saya perintahkan seluruh bupati/wali kota, camat, lurah hingga RT/RW gencar melakukan sosialisasi agar warga tetap tinggal di rumah,” terangnya.

Ganjar juga berharap skenario buruk itu tidak sampai terjadi. Untuk itu, semua cara dalam rangka menekan persebaran Covid-19 harus dilakukan seoptimal mungkin.

Ganjar juga memerintahkan jajarannya untuk menghitung dampak sosial akibat virus corona. Hal ini sesuai arahan presiden, yang memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan relokasi dan realokasi anggaran yang ada.

Menurutnya, sejumlah anggaran yang tidak mendesak, harus diarahkan pada kepentingan penanganan corona.

“Termasuk presiden memerintahkan kami menghitung dan menyiapkan bantuan-bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak virus ini. Nanti apa saja yang terdampak, siapa yang terpengaruh hingga prioritas. Mereka yang butuh perhatian adalah lansia, penyandang disabilitas, orang sakit, UKM dan lainnya,” pungkasnya. (lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

coronacovid-19Ganjar PranowoPemprov Jatengruang isolasi
Comments (0)
Add Comment