Grab Manfaatkan Big Data Tingkatkan Layanan dan Inovasi Fitur

MURIANEWS, Jakarta – Grab menyatakan memanfaatkan big data untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya. Saat ini Grab memnyebut melayani lima juta pengusaha mikro di Indonesia, yang terdiri dari mitra pengemudi, mitra merchant, dan mitra agen.

Ariek Wisnu Wibisono, Head of MapOps, Grab Indonesia mengatakan, data punya peran penting dalam menentukan inovasi apa yang akan diciptakan oleh perusahaan tersebut. Mulai dari menjawab masalah kemacetan hingga akses bagi jutaan pengusaha mikro dan pelanggan merupakan target yang selalu ingin kami capai.

”Kami ingin memastikan bahwa setiap orang dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital. Menyediakan platform yang aman, nyaman dan terus berinovasi untuk menyesuaikan kebutuhan mereka menjadi hal yang paling penting,” katanya dalam siaran pers yang diterima MURIANEWS, Senin (16/3/2020).

Ia menyebut, penerapan big data tersebut ddigunakan untuk meningkatkan fitur dan sistem mapping. Sehingga dapat memberikan kesempatan mendapatkan penghasilan yang lebih efisien bagi mitra pengemudi dan pengalaman pemesanan yang lebih mudah bagi pelanggan.

Grab juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan di beberapa kota untuk memodifikasi beberapa titik jemput di daerah rawan macet.

Saat ini, sudah terdapat beberapa titik jemput yang dimodifikasi termasuk, Grab Lounge Terminal Bungurasih, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Malang Kota Baru, Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Sudirman, dan Pasar Blora.

”Pilihan lokasi titik jemput atau titik pengantaran di dalam aplikasi Grab di daerah tersebut juga telah disesuaikan, agar pelanggan hanya dapat memilih titik spesifik yang telah disediakan sebagai titik temu,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Grab juga mengembangkan fitur Heatmap bagi mitra pengemudi dalam aplikasi super mereka. Melalui Heatmap, Grab dapat mengetahui, memantau, memetakan, dan menghitung metrik kebutuhan (permintaan) layanan Grab di lokasi tertentu.

”Selanjutnya, kami menginformasikan kepada mitra pengemudi secara efektif untuk memastikan adanya mitra pengemudi yang cukup untuk memenuhi permintaan di daerah tersebut,” terangnya.

Big data tidak hanya digunakan untuk membuat inovasi yang terlihat besar. Contohnya, saat memesan layanan Grab, aplikasi akan memberikan “Saran Perjalanan” yang biasanya dituju.  Misalnya, di sore hari, akan muncul pilihan perjalanan dari kantor menuju ke rumah pelanggan yang bisa mereka pilih dengan cepat untuk menuju destinasi pilihan mereka.

Titik penjemputan juga menjadi poin penting dalam layanan. Oleh karena itu, kini telah ditambahkan lebih dari 10 juta Point of Interest (POI) di Indonesia dan hampir 20 juta POI di Asia Tenggara.

Fitur Venus juga telah dihadirkan untuk pelanggan. Ini merupakan panduan visual dalam aplikasi untuk menuju titik jemput yang mereka pilih. ”Hingga hari ini, sudah ada lebih dari 2.500 Venues di aplikasi Grab,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

big datagrab
Comments (0)
Add Comment