Solo KLB Corona, CFD Hingga Sekolah Diliburkan

MURIANEWS, Solo – Pemerintah Kota Surakarta menyatakan Kota Surakarta atau Solo saat ini KLB corona (covid-19) atau kejadian luar biasa corona. Hal itu menyusul meninggalnya satu pasien positif virus corona di RSUD dr Moewardi, Solo, Jumat (13/3/2020).

Akibatnya, car free day (CFD) yang biasa digelar tiap hari Minggu diliburkan. Bahkan siswa sekolah dari taman kanak-kanak (TK) hingga SMA baik negeri ataupun swasta juga diliburkan mulai Senin (16/3/2020) mendatang.

Keputusan itu berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) Corona Jumat (13/3/2020) semalam di Loji Gandrung yang dipimpin Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo atau Rudy. Rakor tersebut dilakukan setelah sedikitnya dua orang dinyatakan positif virus corona dan satu di antaranya meninggal dunia.

“Telah diputuskan berdasarkan dari Dinas Kesehatan [Solo]. Bahwa adalah Solo dinyatakan KLB corona, dan mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak mengumpulkan orang banyak di satu titik, itu harus dihindari,” kata Rudy dalam pernyataannya kepada pers, Jumat (13/3/2020) malam seperti dikutip Solopos.com.

Selanjutnya, untuk siswa sekolah yang diliburkan mulai Senin (16/3/2020) juga diminta untuk belajar di rumah. Di sekolah, hanya para guru yang beraktivitas selama status Solo KLB Corona belum dicabut.

“Terus untuk yang lainnya kita sampaikan sekolah diliburkan mulai hari Senin. Bukan diliburkan maksud saya, belajar di rumah selama KLB belum dicabut. Dan para bapak ibu gurunya tetap beraktivitas di sekolah masing-masing untuk menjaga kebersihan,” jelas Rudy.

Baca Juga:

“Nanti bapak dan ibu guru harus bisa memberikan tugas kepada anak-anaknya untuk belajar di rumah,” tambahnya

Meski begitu, mal dan pusat perbelanjaan tidak ditutup. Namun Rudy meminta pengelola pusat perbelanjaan dan pertokoan menyediakan sabun atau hand sanitizer.

“Kalau di perbelanjaan kita mengimbau supaya baik pasar tradisional, mal, mapun toko-toko yang dikunjungi masyarakat mohon disediakan PHBS. Jadi pola bersih hidup sehat itu disediakan sabun dan sebagainya di pintu masuk, agar masyarakat bisa mendapatkan.”

Tak hanya itu, selama status Solo KLB Corona masih berlaku, masyarakat diimbau untuk menghindari kunjungan ke rumah sakit.

“Dan imbauan untuk kunjungan ke rumah sakit, untuk membatasi pengunjung maksimal dua orang lah. Tadi saya sampaikan lebih baik dimarahi orang waras daripada dimarahi orang sakit,” pungkasnya.

 

Berikut kesimpulan rakor antisipasi wabah corona di Solo selama status Solo KLB Corona:
1. Kota Solo dinyatakan kejadian luar biasa (KLB) corona
2. Car free day (CFD) ditiadakan sampe batas waktu yg tdk ditentukan
3. Murid-murid sekolah mulai TK-SMA baik negeri dan swasta belajar di rumah
4. Pentas WO Sriwedari, kethoprak diliburkan
5. Kegiatan olah raga di GOR Manahan dan Sriwedari ditutup
6. Destinasi dan transportasi pariwisata ditutup
7. Upacara dan apel bersama di Balai Kota ditiadakan
8. Event-event olah raga dan budaya dibatalkan/ditunda
9. Kegiatan kunker dan penerimaan kunker dibatalkan
10. Lomba kelurahan ditunda sampai 2 pekan ke depan
13. Musrenbang RKPD ditunda selama 2 pekan
14. Mal dan pasar harus sediakan tempat cuci tangan dan sabun
15. Pemusnahan kelelawar, kalong dan codot di Pasar Depok
16. Untuk sementara hindari salaman dan cipika-cipiki

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

#solo#surakartaCFD LiburHasil RakorKLB CoronaRakor Pemkot SurakartaSekolah Libur
Comments (0)
Add Comment