Polisi Curigai Ada Unsur Kelalaian dalam Robohnya Tower SUTT PLN di Rembang

MURIANEWS, Rembang – Insiden robohnya tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN di Rembang, yang mengakibatkan padamnya listrik di tiga kabupaten, Selasa (25/2/2020) malam, kini didalami pihak kepolisian. Apalagi dalam peristiwa itu, ada dua korban yang mengalami luka-luka.

Kapolres Rembang ABKP Dolly Arimaxionari Primanto mengatakan, pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksan dan memasang garis polisi di lokasi tower yang roboh. Sejumlah saksi baik dari pihak PLN maupun warga sekitar juga telah dimintai keterangan.

“Kami pasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian, untuk mengamankan agar warga tidak mendekat ke lokasi. Karena berbahaya itu. Kami akan selidiki insiden ini,” katanya dikutip dari Tribratanews Polda Jateng pada Jumat (28/2/2020).

Pihaknya menduga ada unsur kelalaian dalam peristiwa itu. Sehingga pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut.

Menurut dia, dugaan adanya kelalaian itu terlihat dari posisi tower yang roboh. Ia menyebut, posisi tower yang mengalami roboh berada tepat pada sudut, bukan dalam garis lurus layaknya pemasangan tower pada umumnya.

“Itu kan seperti bisa dibilang setengah bencana, juga kelalaian. Kita kroscek lebih mendalam lagi. karena posisinya (tower yang roboh) menyudut. Tidak garis lurus. Jadi ini pas sudutnya yang roboh ini,” ujarnya.

Ia menyatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap apa penyebab sebenarnya dari robohnya tower tersebut. Termasuk berdirinya rumah di sekitar kawasan SUTT.

“Kami  ingin mencari sebab-sebabnya seperti apa. Tetap kita selidiki, ada korban soalnya. Yang jelas kami sangat respon, kalau mencurigai kok perumahan dibuat di bawah sutet, bagaimana ini perizinannya. Saya kembangkan dulu ini,” terangnya.

Dolly menyebut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak PLN selaku pemilik tower. Termasuk sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Itu sudah membahayakan masyarakat. Pertama (pemeriksaan) ke PLN nya dulu, kita lihat perkembangannya dulu,” paparnya.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah warga yang sangat cepat memberikan pertolongan terhadap penghuni rumah yang tertimpa tower roboh. Meskipun diakuinya saat itu kondisinya sangat berbahaya, karena banyak kabel listrik.

“Untungnya itu (korban) cuma kejatuhan genting. Tetangga-tetangganya hebat itu, menyelamatkan, padahal kiri kanan sawah ada kabel-kabel PLN telanjang semua. Malam-malam padahal kalau nyenggol bagaimana itu, sangat bahaya,” pungkasnya.

Baca: Tower SUTT di Rembang Roboh Timpa Dua Rumah, Dua Penghuni Luka-Luka

Sementara manajer ULP PLN Rembang, Arif Setiawan menjelaskan, kedua korban telah dilarikan ke RSUD Rembang karena mengalami sejumlah luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat tower SUTT roboh.

“Ada dua orang korban luka sudah dilarikan ke RSUD. Infonya sudah bergeser ke ruang perawatan. Mereka anaknya Pak Lilik, pemilik rumah. Luka-luka,” kata Arif.

Atas insiden tersebut Arif mengaku pihak PLN akan bertanggung jawab sepenuhnya. Selain biaya perawatan korban, pihaknya juga akan menanggung biaya perbaikan rumah yang rusak parah akibat tertimpa tower SUTT PLN.

“Kami berkomitmen akan menanggung semua, mulai biaya perawatan dan proses perbaikan rumah yang tertimpa tower roboh,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Polres RembangRembangsutettower plntower roboh
Comments (0)
Add Comment