Polisi Gerebek Pabrik Pupuk Palsu di Pacimantoro, Bupati Wonogiri: Maaf Kami Kecolongan

MURIANEWS, Wonogiri – Kasus penggerebekan pabrik pupuk palsu di Pracimantoro, Wonogiri oleh Polda Jateng mendapat reaksi Bupati Wonogiri Joko Sutopo. Orang nomor satu di Wonogiri itupun meminta maaf kepada petani dan warga atas ketidaktahuan adanya aktivitas pembuatan pupuk palsu di pabrik tersebut.

Joko Sutopo bahkan mengaku kecolongan atas adanya empat pabrik pupuk ilegal tersebut. Dia pun berjanji akan mengevaluasi kegiatan yang berhubungan dengan pertanian dan distribusi pupuk di Wonogiri.

Hanya, dia tak memungkiri peluang pupuk palsu yang beredar masih sangat tinggi. Selain produksi pupuk palsu yang sudah beredar di masyarakat, kuota pupuk bersubsidi yang ditetapkan juga tak sesuai kebutuhan petani.

”Saat petani kekurangan pupuk, mereka mencari pupuk nonsubsidi. Celah itu lah yang dimanfaatkan pelaku pembuat pupuk palsu,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Jumat (28/2/2020).

”Hingga kemarin [Kamis] kami tak menerima satu pun laporan adanya penggunaan pupuk yang diduga palsu. Kami selalu memonitor distribusi pupuk, termasuk penggunaannya,” ucap Bupati yang akrab disapa Jekek itu kepada wartawan.

Baca Juga:

Sebagaimana diinformasikan, aparat Polda Jateng membongkar tujuh pabrik pembuatan pupuk palsu di Pracimantoro, Wonogiri, dan Gunung Kidul, DIY, Rabu (26/2/2020) sore.

Enam orang yang merupakan pemilik dan pengedar pupuk palsu ditangkap polisi. Terbongkarnya pabrik pupuk palsu itu berkat laporan dari petani di Desa Planggu, Trucuk, Klaten.

Para tersangka yang ditangkap meliputi Teguh Suparman, 54, warga Belik RT 001/RW 011, Desa/Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, pemilik satu pabrik di Pracimantoro, dan Farid Giri Saputra, 28, warga Blindas RT 004/RW 005, Desa Pracimantoro, pemilik tiga pabrik di Pracimantoro.

Tersangka lainnya, Arkhaa Aditia Ristianto, warga Munggur RT 002/RW 002, Ngipak, Karangmojo, Gunung Kidul, DIY; Sugito warga Asem Lulang, Sidorejo, Ponjong, Gunung Kidul; dan Achmad Yani, 44, warga Sidokumpul RT 003/RW 003, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Masing-masing dari mereka merupakan pemilik pabrik pupuk palsu di Gunung Kidul. Satu tersangka lain, yakni Suparlan, 47, warga Jaten RT 003/RW 009, Desa Ponjong, Gunung Kidul, sebagai petugas pemasaran pupuk palsu milik Achmad Yani.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

#wonogiribupatiKecolonganPolda JatengPupuk IlegalPupuk Palsu