Dalmas di eks-Karesidenan Pati Hingga Brimob Polda Jateng Ikut Amankan Pilkades Serentak di Kudus

MURIANEWS.com, Kudus – Penjagaan dan pengamanan pemilihan kepala desa (Pilkades) Serentak 2019 di Kabupaten Kudus tahun ini bakal mendapat suntikan petugas dari berbagai daerah. Rencananya, pengamanan pesta demokasri lima tahun sekali itu akan melibatkan personel Pengendalian Masyarakat (Dalmas) di eks-Karesidenan Pati, Kabupaten Demak, serta Polda Jateng.

Selain itu, Brimob Polda Jateng  pun dikerahkan untuk mengamankan jalannya Pilkades Serentak 2019 di Kota Kretek. Dengan rincian 980 personel Polri, 320 personel TNI, dan Linmas se eks-Keresidenan Pati dan Demak sebanyak 3.450 personel.

Kapolres Kudus AKBP Saptono mengatakan, penguatan penjagaan personel bukan untuk menakut-nakuti warga saat pemilihan. Melainkan untuk memberikan rasa aman dan kondusif saat jalannya pemilihan besok.

“Ini untuk menciptakan rasa aman dan kondusif saja,” ucapnya usai memimpin Apel Pergeseran Pasukan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, pagi tadi.

Selain itu, tim khusus pun disiapkan guna mengantisipasi adanya gangguan yang bersifat represif. Dalam artian adanya bentrok antarkubu. “Tentunya ada tim khusus yang menangani permasalahan ini,” lanjutnya.

Desa rawan konflik juga telah dipetakan oleh pihaknya. Di tahun ini, Saptono menyatakan ada 15 desa dengan rawan konflik yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Kretek. “Walau demikian, bukan berarti daerah tersebut gawat atau sebagainya,” katanya.

Hal yang melatarbelakangi rawan konflik adalah banyaknya masa atau pendukung dari beberapa calon kepala desa yang maju dalam Pilkades. Bisa juga perihal banyaknya bengkok yang ada di sebuah desa tersebut.

“Namun semua cakades telah menandatangani pakta integritas soal ini, sehingga bisa tercipta pemilihan yang damai dan aman,” tandasnya.

Sementara Plt Bupati Kudus HM Hartopo menambahkan apel pergeseran pasukan adalah bertujuan untuk menciptakan Pilkades yang kondusif di Kota Krete. Walau diakui, Kudus telah kondusif dalam hal ini.

“Penekanan  dalam hal sosialisasi juga telah dilakukan sebelumnya, “ ucapnya.

Sosialisasinya menekankan pada agar tidak menyebar hoax, tidak melakukan kampanye hitam an benar-benar menciptakan pesta demokrasi yang murni bagi masyarakat Kudus. “Denagn begitu bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

#pengamanankudusPilkades