Densus 88 Tangkap Tukang Pijat di Cilacap dan Seorang Pria Usai Salat di Sukoharjo

MURIANEWS.com, Cilacap – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri menangkap dua terduga teroris di dua daerah di Jawa Tengah, sejak Minggu (17/11/2019) pagi higga malam tadi. Dua orang itu ditangkap di Cilacap dan Sukoharjo.

Seorang terduga teroris yang ditangkap di Cilacap merupakan seorang tukang pijat dan bekam. Pria berinisial SY (30) itu ditangkap di rumahnya di Dusun Tritih, Desa Danasri Lor, Kabupaten Cilacap.

Dilansir Antara, Ketua RT 01 RW 05, Mubasir menyebut jika penangkapan dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

“Sekitar pukul 09.00 WIB, saya didatangi petugas untuk menyaksikan penggeledahan di rumah SY. Saat saya datang, SY sudah ditangkap,” katanya.

Dia mengatakan salah seorang petugas berpakaian preman sempat menunjukkan surat perintah penangkapan SY kepadanya. Tetapi, kata dia, surat penangkapan tersebut hanya ditunjukkan sepintas dan petugas itu sempat mengatakan jika SY ada kaitannya dengan rentetan peristiwa tahun 2013.

Menurut dia, Mubasir mengatakan SY merupakan menantu dari terduga teroris ZZ yang ditangkap Densus 88 Antiteror pada tahun 2009 di rumahnya, Desa Danasri Lor.

SY menikah dengan KN yang merupakan putri sulung ZZ sekitar tahun 2015, setelah terpidana kasus terorisme itu bebas dari hukuman. “Pak ZZ kalau enggak salah meninggal dunia sekitar tahun 2017,” ujarnya.

Ia menyebut, meski jarang bergaul dengan warga skeitar SY merupakan orang yang baik.

Sementara pada malam harinya, tim Densus 88 juga melakukan penangkapan terhadap seorang pria terduga teroris di Sukoharjo.

Pria bernama Imam (35) warga RT 002/RW 011 Jatiarum, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo itu, ditangkap di pinggir jalan usai salat isya di masjid.

Ahmad Sutrisna (45) kepala RT setempat mengatakan, Imam ditangkap saat berjalan bersama anaknya menuju rumah.

“Tiba-tiba seusai salat Isya ada mobil mendekati dan langsung membawanya,” katanya dikutip dari Solopos.com.

Ia menyebut, anak Imam sempat berteriak ketakutan melihat ayahnya ditangkap orang. Anak tersebut menurutnya terus berteriak memanggil ayahnya.

Beberapa saat kemudian ia didatangi aparat dari kepolisian, TNI dan Densus 88 diminta untuk mendampingi penggeledahan di rumah Imam. Dari penggeledahan itu menurutnya, polisi mengamankan dua HP, laptop dan flashdisk.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: Antara, Solopos.com

densus 88teroristukang pijat
Comments (0)
Add Comment