Terlambat Terdeteksi, 90 Persen Penderita di Kudus Sudah Masuk Fase AIDS

MURIANEWS.com, Kudus –  Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) menyebut sekitar 90 persen penemuan kasus HIV di Kabupaten Kudus baru terdeteksi setelah pengidapnya telah masuk fase AIDS. Penemuan kasus HIV/AIDS juga dari tahun ke tahun mengalami peningkatan di Kudus.

Hal tersebut pun berdampak pada penanganan kasus HIV di Kota Kretek yang selama ini dirasa tidak bisa berjalan dengan maksimal.

“Sekitar 90 persen, penderita ditemukan sudah memasuki fase AIDS ,” ucap Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kudus Eni Mardiyanti.

Untuk langkah lanjutan guna menangani masalah ini, pihaknya akan bekerja sama Pemkab Kudus untuk mencari kasus HIV dengan menggelar kegiatan screening kesehatan. Masyarakat Kota Kretek pun diharapkan bisa turut menyukseskan kegiatan yang bersifat baik ini.

“Masyarakat maupun segenap unsur lainnya diharapkan mengikuti pemeriksaan rutin juga,” katanya.

Melalui screening kesehatan, Eny mengharapkan target zero infeksi baru, zero diskriminasi dan zero stigma tercapai di Kudus. Dengan begitu angka penularan HIV/AIDS bisa ditekan semaksimal mungkin.

“Penanganannya juga bisa maksimal,” tandasnya.

Seentara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Joko Dwi Putranto melalui Sekretaris dinas Ruddy menjelaskan, kegiatan skrening kesehatan masal akan dilaksanakan selama satu bulan penuh mulai 12 November kemarin  hingga 11 Desember mendatang.

“Untuk sasaran akan menyasar ke usia produktif dengan target 20 ribu orang,” katanya.

Selain menggandengKPAD , pihaknya juga akan merangkul sejumlah perusahaan di Kabupaten Kudus. Dengan demikian, selain pekerja, masyarakat umum maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus dapat melakukan pengecekan kesehatan secara gratis.

“Jadi tidak terbatas di satu ruang lingkup saja,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

HIVkudus