Ada 8 Anak Dirawat di RSJ Semarang Gara-Gara Kecanduan HP

MURIANEWS.com, Semarang – Semakin banyaknya anak yang keranjingan bermain gawai membuat orang tua cemas. Kekhawatiran anak akan semakin kecanduan gadget tersebut semakin besar.

Terlebih fakta anak yang sulit dipisah dengan gawai semakin banyak. Kondisi ini bisa disebut sebagai sebuah kecanduan.

Ini terlihat dengan cukup banyaknya anak yang harus dirawar di rumah sakit jiwa (RSJ) karena kecanduan ini. Beberapa pakar memang menyarankan solusi untuk menghilangkan kecanduan gadget yakni melalui psikiater, salah satunya di RSJ.

Sri Mulyani, Psikolog Klinis di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo Semarang, menyebut, delapan anak yang dirawat di rumah sakit ini karena kecanduan HP berasal dari anak SD hingga SMP.

”Yang termuda itu anak SD kelas 4-5. Ada juga yang usia SMP. Kebanyakan karena game online,” katanya dilansir dari detik.com, Kamis (31/10/2019).

Menurutnya, karena kecanduan yang dialaminya, delapan anak ini harus menjalani rawat inap. Pasalnya, kondisi kejiwaanya sudah mulai terpengaruh karena dampak kecanduan gawai.

Di antaranya sulit diajak komunikasi saat sibuk dengan gawai, dan marah ketika gawai diambil orang tuanya.

“Kondisinya sudah tidak bisa diberitahu (dinasihati), mau tidak mau harus dengan obat untuk menenangkan. Setelah itu ada terapi psikologis selama 21 hari,” ujarnya.

Menurutnya, jika orang tua memulai menyadari anaknya mulai kecanduan gawai, langkah yang bisa diambil adalah langsung ke psikiater atau dokter jiwa.

Hanya saja menurut dia, orang masih menganggap RSJ hanya untuk orang gila saja. Padahal jika anak sudah menunjukkan kecanduan gawai, harus dibawa ke dokter jiwa atau psikiater agar tidak semakin parah.

“Banyak orang tua tidak menyadari anak ketergantungan gadget apalagi harus datang ke RSJ,” terangnya.

Ada beberapa ciri umum yang bisa menunjukkan anak mulai kencanduan gawai. Di antaranya lupa belajar, lupa mengerjakan PR, bangun selalu kesiangan, sering membolos sekolah, kemudian tidak mau lepas dari gawai, dan marah ketika gawai diambil.

“Initinya jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Kalau sudah sampai adiksi harus segera diobati,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, menyebut jika kecanduan HP juga bisa terjadi pada anak di bawah lima tahun. Pada umur itu, kondisi otak anak belum sempurna, sehingga orang tua harus lebih waspada.

“Secara medis gadget berlebihan maka mempengaruhi hormon dopamin, otak bagian depan terpengaruh, itu pusat perhatian, maka terjadi ganguan pemusatan perhatian,” terangnya.

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha
Sumber: detik.com

kecanduan gadgetkecanduan hprsj semarang
Comments (0)
Add Comment