Jateng Tawarkan Investasi Rp 75 Triliun di CJIBF dan CJBE 2019

MURIANEWS.com, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan investasi sebesar Rp 75 triliun dan 810 juta USD untuk digarap investor baik dari dalam maupun luar negeri. Paket investasi ini ditawarkan dalam Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Central Java Business Expo (CJBE) 2019 ke-15.

Dalam even yang digelar di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara Jakarta pada 5 November 2019 mendatang itu, ada lima sektor unggulan yang ditawarkan. Yakni sektor pariwisata, manufaktur, property, infrastruktur, dan agrikultur.

Dalam forum ini para investor dari dalam maupun luar negeri akan datang. Sampai Selasa (29/10/2019) kemarin, tercatat ada 330 investor yang mendaftar dan 214 di antaranya sudah menetapkan kepeminatannya.

Selain itu juga ada sekitar 50 pengusaha asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dari sektor industri kayu dan furnitur yang akan hadir. Rencananya pengusaha tersebut akan melakukan relokasi industri ke Jawa Tengah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo promo dalam CJIB dan SJBF ini bisa dimaksimalkan. Meski demikian, ia berharap, dalam forum itu, investor dalam negeri dinomorsatukan terlebih dahulu baru kemudian investor dari luar negeri.

“Kami akan ceritakan kondisi Jateng hari ini kepada calon investor. Bagaimana konteks ekonomi makronya, tren pertumbuhan, sektor yang diminati, potensi yang dimiliki apa, analisis nasionalnya. Apalagi kamu mau dorong apparel zone,” katanya, Rabu (30/10/2019).

Ganjar optimis promo ini akan mampu menarik banyak investor. Apalagi salah satu insentif yang disediakan oleh Jawa Tengah adalah sistem pelayanan perizinan yang mudah, cepat, dan terintegrasi berbasis elektronik.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ratna Kawuri mengatakan, dari lima sektor itu nilai investasinya bervariasi.

Ia merinci, sektor pariwisata yang ditawarkan seperti pengembangan pemandian Kalianget Wonosobo senilai Rp 12,20 miliar. Kemudian pengembangan kawasan Kledung Temanggung senilai Rp 18,74 miliar, pengembangan wisata Pulau Panjang senilai Rp 22,25 milar, dan kawasan wisata Agroedupark Tlogowening Kabupaten Semarang senilai Rp 361,50 miliar.

Di sektor manufaktur, ada pembangunan Industri Perikanan Udang Terpadu di Kabupaten Cilacap senilai Rp 550,02 miliar. Bidang properti berupa pengembangan Solo Convention-Ehhibitioan Hall di Kota Surakarta senilai Rp 124,48 miliar.

Kemudian, sektor infrastruktur berupa pembangunan docking kapal di Kabupaten Rembang senilai Rp 45,50 miliar. Dan sektor agrikulur berupa pengembangan pembenihan ikan nila salin di Kabupaten pati senilai Rp 11,93 miliar.

Ia menjelaskan, selama ini investasi yang paling banyak masuk ke Jateng ada pada sektor listrik, gas dan air, transportasi, gudang dan telekomunikasi, serta industri tekstil. Sedangkan daerah yang menjadi pilihan utamanya yaitu di Kabupaten Jepara, Kabupaten Batang dan Kabupaten Cilacap.

Berdasarkan data yang disampaikan, total investasi yang masuk pada periode 2015 hingga triwulan II 2019 mencapai Rp 211,19 triliun. Terdiri dari investasi PMA sebesar Rp 110,85 triliun dan PMDN sebesar Rp 100,34 triliun.

“Investasi PMA dengan 4.964 proyek dan menyerap 335.735 tenaga kerja. Sementara PMDN ada 7.121 proyek yang menyerap 221.071 tenaga kerja,” pungkasnya.(lhr)

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Ganjar PranowoInvestasiInvestorPemprov Jateng
Comments (0)
Add Comment