Dewan Minta Tol Semarang-Demak yang Jadi Tanggul Laut Tak Rusak Ekosistem

MURIANEWs.com, Semarang – Proyek pembangunan Tol Semarang-Demak akan segera dibangun tahun ini. Jalan tol sepanjang 27 kilometer itu nantinya juga akan jadi tanggul laut untuk mengatasi permasalahan abrasi dan rob di Kota Semarang dan Demak.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, dari panjang tol itu kurang lebih 10,63 kilometer nantinya difungsikan sebagai tanggul laut. Yang membentang dari Kaligawe di Kota Semarang hingga Morosari Kabupaten Demak.

“Kami menyambut baik, ini harapan masyarakat agar segera terbebas dari rob. Tapi ekosistem dan daya dukung lingkungan tetap harus jadi prioritas,” kata Selasa (15/10/2019).

Menurut anggota FPKS DPRD Jateng tersebut, daerah yang ditanggul merupakan daerah hilir dari Kali Babon dan Kali Sringin. Daerah ini juga disebutnya sebagai titik terparah abrasi selama ini. Sehingga diperlukan penanganan khusus.

Pihaknya menginginkan agar proyek pembangunan itu tak berdampak buruk terhadap ekositem di kawasan yang akan ditanggul. Ia khawatir perencanaan yang tak matang justru akan berdampak serius.

“Limpahan air sungai, sedimentasi, perubahan arus air laut, dan tentunya ekosistem flora fauna perlu benar-benar diperhatikan. Jangan sampai niat baik berujung kerusakan, karena kurang matangnya perencanaan,” ujarnya.

Menurut Alumni Magister Ilmu Lingkungan Undip itu, berdasarkan Detail Engeneering Design (DED) selain tanggul laut, pembangunan jalan tol itu juga akan dilengkapi oleh dua kolam retensi seluas 240 hektare dan 45 hektare sebagai antisipasi.

“Di sana banyak spesies mangrove yang khas dan banyak biota laut dan sungai yang perlu dicarikan solusinya,” katanya.

Apalagi menurut dia, proyek yang direncanakan menghabiskan dana Rp 12,24 triliun tersebut membutuhkan lahan sebesar 5.352.216 meter persegi, atau setara dengan 1.523 bidang tanah. Dan saat ini yang sudah dibebaskan 446.426 meter persegi  (8,34%).

Ada 21 kelurahan/desa yang terlewati dan tersebar di lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Genuk di Kota Semarang, Sayung, Karangtengah, Wonosalam dan Demak.

Tol itu akan dikelola Badan Usaha Jalan Tol PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak yang merupakan Konsorsium PTPP, WIKA dan MMM. Ditargetkan pembangunan selesai tahun 2024.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

DPRD Jatengtanggul lauttol semarang-demak
Comments (1)
Add Comment
  • Imam

    Bapak Dewan Yth, Rencana ini pasti semua sudah dikaji untung dan ruginya, saya sebagai rakyat yg sehari hari berada dan bekerja di lingkungan poros jalan Semarang – Demak berharap manfaat besar atas rencana proyek ini; Bapak bisa turun langsung mewawancara masuarakat disana, betapa tersiksanya selama puluhan tahun terdampak ROB dan BANJIR, dan Proyek ini mungkin satu satunya solusi; Sudahlah pak…masih banyak proyek lain yg masih perlu dipikirkan, biar rencana yg baik ini tdk perlu dimentahkan lagi dengan berbagai dalih lingkungan, semua pasti sudah dikaji secara mendalam dan pasti sudah ada AMDAL-nya