Mbah Waki, Setengah Abad Tekuni Pembuatan Tempe Godong Jati Khas Blora

MURIANEWS.com, Blora – Salah satu makanan khas di Blora adalah tempe godong jati. Yakni, tempe yang dibuat secara tradisional dengan daun jati sebagai pembungkus dan juga bahan campuran ragi. Rasa tempe godong jati ini sangat khas dan bebas unsur kimia, serta ramah lingkungan karena tidak ada penggunaan unsur plastik sedikitpun.

Saat ini, pembuat tempe godong jati tinggal sedikit saja. Salah satunya adalah Mbah Painem atau lebih akrab disapa Mbah Waki (nama suaminya) yang tinggal di Dukuh Banaran, Kelurahan/Kecamatan Randublatung.

Mbah Waki tinggal seorang diri di rumahnya yang sederhana. Di usianya yang sudah menginjak 70 tahun lebih, Mbah Waki tetap semangat membuat tempe godong jati setiap hari.

“Ya begini setiap harinya buat tempe. Membungkus pakai daun jati, sebelum dipakai membungkus lebih dahulu dilubangi kecil biar jamurnya bisa keluar lalu nempel pada daun jati. Nantinya daun jati yang ada jamur tempenya ini yang dimanfaatkan jadi ragi organik, dikeringkan lalu dihancurkan lembut untuk campuran kedelai,” kata Mbah Waki dalam bahasa Jawa.

Menurut pengakuan Mbah Waki, setiap harinya ia membuat tempe dari kedelai sebanyak 8 kilogram. Dari 8 kilogram kedelai itu, jika dibungkusi bisa menjadi 45 gendelan (bendel) tempe yang setiap gendelnya berisi 10 bungkus tempe daun jati.

“Setiap hari sudah diambili pedagang yang kulakan, sudah pesanan semua. Jadinya jarang berjualan ke pasar,” katanya.

Ketika banyak penjual tempe beralih menggunakan bungkus plastik, Mbah Waki lebih memilih untuk tetap menggunakan daun jati meskipun ketika kemarau seperti ini agak susah mendapatkan daun jati karena meranggas. Disamping lebih mudah untuk membungkus, rasanya lebih enak daripada pakai bungkus plastik.

“Saya mulai buat tempe sejak 50 tahun lalu, awalnya diajari para tetangga. Dulu disini banyak perajin tempe, tetapi sekarang sudah habis. Tinggal sedikit, salah satunya saya,” imbuhnya.

Originalitas dan proses pembuatan tempe alami inilah yang sempat menarik perhatian Wakil Bupati Blora Arief Rohman untuk ikut belajar dan mengenali cara buat tempe ala Mbah Waki. Saat berkunjung ke rumahnya beberapa hari lalu, Arief sempat diajari Mbah Waki cara mengaduk adonan kedelai dan cara membungkus kedelai memakai daun jati.

“Zaman sekarang makanan tradisional yang diolah dengan cara alami sangat diminati pecinta kuliner dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Apalagi prosesnya zero waste atau bebas plastik sehingga ramah lingkungan. Seperti Mbah Waki ini harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar lebih banyak lagi yang meneruskan proses pembuatan tempe godong jati khas Blora ini,” katanya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

bloraGodong JatiTempe
Comments (0)
Add Comment