Kunker ke Blora, Anggota DPRD Gresik Studi Banding Pembangunan Infrastruktur dan Pertanian

MURIANEWS.com, BloraSejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik, Jawa Timur melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Gresik Ahmad Nur Hamim.

Setibanya di kantor Bupati Blora, rombongan diterima oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Purwadi Setiyono dan beberapa Kepala OPD terkait di ruang pertemuan setda.

Ketua DPRD Gresik Ahmad Nur Hamim menyatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas sambutan Pemkab Blora yang menyempatkan diri menerima rombongannya di tengah kesibukan mempersiapkan agenda Agustusan.

”Kedatangan kami kesini ingin belajar tentang pembangunan infrastuktur yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, serta teknologi pertanian yang saat ini dilaksanakan di Kabupaten Blora. Kami mendengar bahwa Blora saat ini bisa surplus beras meskipun daerahnya terkenal kering dan sebagian besar merupakan hutan jati,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Purwadi Setiyono menyampaikan, saat ini Blora memang sedang menjalin beberapa kerjasama pembangunan wilayah, khususnya wilayah perbatasan dengan beberapa Kabupaten tetangga. Menurutnya, Blora tergabung dalam kerjasama “Ratubangnegoro” yang terdiri Blora, Tuban, Rembang dan Bojonegoro, serta “Wiranegoro” (Ngawi, Blora, Bojonegoro) untuk pembangunan perbatasan Blora Selatan

”Pembangunan infrastruktur untuk pemerataan ekonomi memang sangat penting, oleh sebab itu Bapak Bupati Blora getol menjalin kerjasama dengan kabupaten tetangga agar pemerataan infrastruktur tersebut juga bisa menjangkau wilayah perbatasan,” terangnya.

Sejauh ini, proses pembangunan jembatan Medalem (Blora) – Luwihaji (Bojonegoro) yang melintasi Sungai Bengawan Solo saat ini sedang proses perencanaan yang bekerjasama dengan Pemkab Bojonegoro. Dalam pembangunan jembatan ini, Pemkab Blora membuat DED atau perencanaannya sedangkan pembangunannya akan dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro.

”Sedangkan dengan Kabupaten Ngawi, Pemkab Blora juga sedang menjajaki kerjasama pembangunan akses Randublatung-Getas tembus Ngawi,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Purwadi menyampaikan jika saat ini Blora sedang surplus beras. Hanya 25 persen kapasitas produksi yang dikonsumsi oleh warga Blora, selebihnya dijual keluar daerah termasuk ke Jawa Timur karena lumbung padi berada di wilayah perbatasan Jatim. Seperti Kecamatan Kedungtuban, Kradenan dan Cepu.

”Selain mengandalkan Bengawan Solo, pengairan kita juga memakai sumur air dalam, sehingga setahun bisa panen sampai 3 kali. Sedangkan untuk wilayah Blora utara kebanyakan adalah sawah tadah hujan sehingga banyak dilakukan pembangunan embung dan bendungan,” terang Purwadi.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi

bloradprdGresikstudi banding
Comments (0)
Add Comment