Dampak Pembongkaran Tower Golantepus, Dua Provider Tak Ada Sinyal

MURIANEWS.com, Kudus – Pasca-pembongkaran tower di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo pada Selasa (16/7/2019) kemarin, beberapa sinyal provider ternama seperti Indosat dan 3 akhirnya down. Kondisi tersebut pun dikeluhkan warga sekitar.

Salah satunya Eka Kurniati, warga Golan Tepus yang tinggal tak jauh dari lokasi pembongkaran tower. Ia menceritakan setelah pembongkaran dilakukan, sinyal providernya sering hilang dan tak bisa digunakan untuk mengakses internet.

“Dari kemarin, pas di kampus aman, tapi pas sampai rumah langsung hilang,” kata mahasiswi jurusan Ekonomi Syariah IAIN Sunan Kudus tersebut.

Eka yang juga merupakan seorang pebisnis online tersebut mau tak mau harus mengganti providernya. Ia sempat mengira jika server yang ia pakai sedang bermasalah. Namun saat bertanya pada tetangga, ternyata akibat dari pembongkaran tower.

“Saya kira provider saya bermasalah, ternyata karena tower,” ucapnya.

Sementara Bramuntya, pengelola tower area Jawa Tengah PT Protelindo membenarkan ada dua provider yang terpasang pada tower di Desa Golantepus. Yakni Indosat dan 3. Efek pembongkaran tentu terjadi down signal di dua provider tersebut.

“Di radius 1 kilometeran memang down dan hanya bisa digunakan untuk menefon manual saja,” ucapnya.

Bramuntya menambahkan, kondisi down signal tidak bisa diperkirakan sampai kapan. Hanya, untuk menyiasati  pihaknya akan menggunakan menara mobile yang akan dipasang di pinggir jalan.

“Kami masih menunggu keputusan managemen,” lanjutnya.

Sementara  Kepala Dinas Satpol PP Kudus Djati Sholechah, mengatakan pembongkaran tower Golantepus merupakan langkah tindak lanjut dari laporan Ombudsman beberapa waktu lalu. Mereka mendapati tower belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Proses pembongkaran tower akan terus berlanjut, hingga tuntas,” ucapnya.

Hanya, pembongkaran akan dilakukan dengan estimasi waktu tiga hingga sepuluh hari ke depan. PT Protelindo diharapkan melakukan evaluasi terkait hal ini setelah pembongkaran selesai. Jika dirasa lokasi ini merupakan titik optimal untuk pemasangan tower, PT Protelindo dapat mengajukan kembali izin pendirian bangunan ke DPMPTSP.

Terlebih, saat ini telah ada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 11 tahun 2019 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. Di Pasal 33 ayat 7 menyebutkan izin IMB dapat dikeluarkan meski sejumlah warga diradius yang ditentukan tidak setuju dengan pembangunan tower di sana.

Dengan catatan, perusahaan terkait mengantongi minimal 10 persen persetujuan masyarakat di radius yang ditetapkan. Masyarakat yang tidak setuju dapat mencatatkan alasannya yang logis di DPMPTSP Kudus untuk pengkajian.

“Alasan bisa diterima atau tidak diterima. Jika diterima, pembangunan akan berhenti, jika tidak maka akan diteruskan,” tandas Djati.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

3hpIndosatkudusSinyaltower
Comments (0)
Add Comment