Dua Pembobol ATM Diringkus Polres Kudus saat Beraksi di SPBU Krawang

MURIANEWS.com, Kudus – Kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kembali terjadi di Kabupaten Kudus. Pembobolan, tepatnya terjadi di dua mesin ATM yang berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Krawang, Bareng, Kudus pada Senin (15/7/2019) pagi.

Dua tersangka berhasil diamankan dari lokasi kejadian. Masing-masing berinisial UN warga Jambi dan UF warga Palembang, Sumatra Selatan.

Dari tangan pelaku, Satreskrim Polres Kudus berhasil mengamankan puluhan kartu ATM yang digunakan untuk mendukung aksi pembobolan. Selain ATM, petugas juga mengamankan bukti transfer sebesar Rp 10 juta yang didapat dari satu korban atas nama Setyo Utomo, warga Desa Terban RT 01 RW 08 Jekulo, Kudus.

“Kami amankan sebanyak 42 kartu ATM dari berbagai bank,” ucap Kapolres Kudus AKBP Saptono didampingi Kasat Reskrimnya AKP Rismanto saat menggelar konfrensi pers di lokasi kejadian.

Modus yang digunakan kedua pelaku adalah dengan mengganjal mesin ATM dengan korek api serta menukar kartu ATM milik korban. Saat calon korban memasuki ATM dan mencoba memasukkan kartu ke mesin dan tidak bisa, pelaku langsung berinteraksi dengan korban.

“Pelaku menawarkan bantuan pada korbannya saat korban memberitahu jika mesin ATM tidak bisa dimasuki kartu, mereka bergantian dalam memainkan perannya,” jelas Saptono.

Pelaku kemudian masuk ke dalam bersama korban. Korban pun diminta untuk memasukkan kembali kartunya. Setelah bisa, korban dibujuk untuk memasukkan nomor pin. Saat itulah pelaku berupaya mengingat nomor pin korbannya.

“Kemudian saat lengah, kartu ATM korban langsung ditukar dengan milik tersangka. Tersangka kemudian langsung mentransfer sebesar Rp 10 juta ke rekening pribadinya dari ATM korban,” terang Saptono.

Pengejaran UN dan UF sebenarnya telah dilakukan sejak bulan Mei lalu. Pengejaran bermula ketika pihak kepolisian menerima laporan salah satu korban yang kehilangan uang sebesar Rp 50 juta beberapa bulan lalu.

“Kami berhasil meringkusnya pukul 10.00 WIB tadi,” kata Saptono.

Sementara UF salah satu pelaku mengaku baru melancarkan aksinya di Kudus baru hari ini. Ia bersama UN datang dari Jawa Barat dengan mengendarai mobil rental yang ia sewa di Jakarta.

“Sebelumnya kami sempat dari Rembang dulu baru Kudus,” ucapnya.

Uang hasil bobol ATM mereka gunakan untuk berfoya-foya dan hal lainnya. Paling besar, UF memgaku bisa mendapatkan uang dari ATM korbannya sebesar Rp 50 juta. Sedang aksinya di Kudus pagi tadi, Ia dan UN menggasak uang Rp 10 juta dari korban.

“Saya tawarkan bantuan, saat lengah saya tukar kartunya kemudian saya transferkan ke rekening saya,” akunya.

Akibat perbuatannya, UN dan UF bakal dikenakan pasal 363 KUHPidana tentang pencurian. Dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara.

Sedang korban, Setyo Utomo hingga kini masih dimintai kesaksiannya di Mapolres Kudus. Setyo sempat tidak tahu jika ATMnya ditukar oleh tersangka. Saat dimintai keterangan di lokasi pun ia masih terlihat kebingungan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

ATMbobol bankmaling
Comments (0)
Add Comment