Bawaslu Amankan Dua Terduga Pelaku Money Politics di Kudus

MURIANEWS.com, Kudus – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus mengamankan dua orang yang diduga terlibat money politics, Selasa (16/4/2019). Kedua pelaku yang diketahui berinisial AS dan AH itu, diduga membagi-bagikan uang kepada pemilih di Kecamatan Mejobo.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, pengamanan pelaku dilakukaan saat pihaknya melakukan patroli di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo Senin (15/4/2019) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Dari kegiatan itu, Bawaslu Kudus berhasil melakukan OTT di dua tempat. Yakni di Desa Temulus RT 5 RW 4 dan Desa Temulus RT 7 RW 1.

”Bawaslu Kudus berhasil mengamankan dua orang yang diduga melakukan pelanggaran pemilu (money politics),” jelasnya.

Ia mengatakan, saat diamankan terduga pelaku AS (46) membawa uang pecahan Rp 100 ribu dengan total Rp 4,6 juta. Selain itu, ia juga membawa kartu nama yang bergambar salah satu caleg DPRD Kabupaten Kudus dapil 4 (Mejobo, Undaan, dan Bae).

”Sebanyak 198 kartu sudah diamankan. Semua barang bukti dan berada di dalam tas yang dibawa AS,” ujarnya.

Sementara terduga pelaku kedua berinsial AH (56) juga kedapatan membawa uang pecahan Rp 100 ribu. Total ada uang sebanyak Rp 5 juta. ”Sama barang bukti nama-nama calon pemilih  dan calon penerima uang sudah berhasil kami amankan,” jelasnya.

Minan menjelaskan, dari penjelasan kedua pelaku, mereka hanya melaksanakan perintah salah satu caleg DPRD Kabupaten Kudus. AS mengaku sudah membagikan kepada 20 orang. Masing-masing membagikan uang recahan sebesar Rp 20 ribu.

“Namun ada yang mendapatkan Rp 25 ribu. Sedangkan AH belum sempat membagikan. Uang yang diberikan (caleg) masih berada di dalam tas,” jelasnya.

Akibat dari kejadian itu, AS dan AH diduga melakukan pelanggaran politik. Keduanya terancam pasal 523 ayat 2 undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum. Dengan sanksi pidana penjara maksimal 4 tahun dengan 48 juta.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Supriyadi

bawaslukudusOTTpolitik uang
Comments (0)
Add Comment