49.619 Warga Jateng Mengidap TBC, Begini Upaya Pemprov

MuriaNewsCom, Magelang – Penyebaran penyakit tuberculosis (TBC) di Indonesia sudah sangat mengkhawatikan. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia.

Bahkan Indonesia menempati peringkat ke tiga setelah India dan China. Di Indonesia TBC telah merenggut nyawa 301 orang setiap hari, penderita resisten obat sebanyak 5.070, dan penderita anak mencapai 4.909.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan di Indonesia angka kasus TBC tercatat 446.732 kasus yang terlaporkan dari taksiran kasus sebanyak 842.000. Dari jumlah itu, 49.619 kasus di antaranya berada di Jawa Tengah.

”Diperkirakan angka kematian per 100 ribu penduduk mencapai 143 kematian. Ini sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Ia menyatakan, pihaknya akan melibatkan tim PKK dan Gerakan Pramuka untuk ikut membantu menekan laju penyakit tersebut. Dengan program ini, Ganjar berharap Jawa Tengah jadi penyangga secara nasional penurunan penyakit mematikan itu.

“Ini kita buru terus karena ini masalah yang sangat serius. Makanya sejak 2013 sampai 2018 kita dorong terus melalui peraturan-peraturan. Untuk teknis, kita punya 67 alat tes TBC yang kita sebarkan di 35 kabupaten kota,” ujarnya.

Minggu (10/3/2019) Ganjar juga mengikuti prosesi Peluncuran Awal Peringatan Hari TBC Sedunia dan Peringatan 70 Tahun Kemitraan Amerika Serikat dan Indonesia di Kawasan Candi Borobudur, Magelang.

Ganjar menyebut, tingkat keberhasilan pengobatan TBC mencapai 86 persen. Ganjar mengatakan salah satu faktor keberhasilan pengobatan TBC adalah faktor pendampingan.

Tapi sebaliknya, penyebab terbesar persebaran penyakit ini adalah karena minimnya pengetahuan tentang TBC. Oleh karenanya, Pramuka dan Tim PKK dikerahkan.

“Salah satu penyebabnya karena latar belakang pengetahuan masyarakat yang minim tentang penyakit TBC. Maka kita butuh agen-agen, PKK dan Pramuka sangat tepat untuk diterjunkan dalam gerakan ini,” katanya.

Selama ini, kata Ganjar, yang menjadi kendala penyembuhan TBC kebal obat adalah kejenuhan mengonsumsi obat. Karena seorang pasien TBC harus mengonsumsi 114 ribu butir obat selama 24 bulan.

Sehingga dibutuhkan PMO (pendamping minum obat), terutama dari keluarga terdekat.

“Jika tidak ada pendamping, mereka cenderung lupa, malas atau frustasi. Penyakit TBC ini lebih berbahaya karena penularannya hanya melalui ludah ataupun batuk,” terangnya.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk RI Joseph R Donovan Jr, mengatakan gerakan pengentasan TBC ini jadi salah satu agenda perayaan 70 tahun jalinan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Di tahun ini, kata Donovan eliminasi TBC harus jadi prioritas tertinggi kedua negara.

“TBC bisa dicegah dan disembuhkan. Penderitanya 10 juta di dunia dan telah merenggut 1,7 juta jiwa, 100 ribu dari Indonesia. TBC jadi ancaman serius bagi kesehatan global. Saya salut dengan kerja penanggulangan TBC di sini. Saya percaya dengan gerakan luar biasa ini dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota LSM dan masyarakat,” paparnya.(lhr)

 

Penulis: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Ganjar PranowoPemprov JatengTBC
Comments (0)
Add Comment