10 Tahun Air Bengawan Solo Hitam dan Bau Karena Limbah, Polisi Terjunkan Inafis

MuriaNewsCom, Sragen – Warga di aliran Sungai Bengawan Solo di daerah Sragen tengah mengeluhkan kondisi air sungai yang hitam dan berbau menyengat, yang diduga akibat pencemaran limbah industri.

Akibat limbah itu, ikan di sungai itu mati dan air sungai tak bisa dimanfaatkan warga. Menurut warga kondisi ini selalu terjadi setiap saat musim kemarau tiba sejak beberapa tahun terakhir.

Namun kondisi ini sudah membuat warga tak tahan. Warga mulai menyampaikan keluhan melalui media sosial dan menjadi perbincangan ramai. Tak hanya itu, kelompok warga juga melaporkan hal ini ke polisi.

Untuk menindaklanjutinya, Rabu (25/7/2018) Satreskrim Polres Sragen mengirim tim untuk melakukan pemeriksaan kondisi sungai Bengawan Solo. Tim melakukan pemeriksaan di bawah Jembatan Sari, Dukuh Karang, Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh Sragen.

Penyelidikan di lakukan tim gabungan Polres Sragen bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten.

”Penyelidikan ini kami lakukan atas laporan masyarakat yang mengeluhkan bau yang sangat menyengat. Terutama setiap hari Kamis, Jumat dan Sabtu. Dan ini sudah terjadi sejak sepuluh tahun yang lalu,” kata Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasat Reskrim AKP Yuli Monasoni.

Ia menyebut, dari hasil pemeriksaan awal diketahui jika bau tak sedap itu bersumber dari PT Asidhatama, pabrik pengolahan limbah Palur Karanganyar.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel air oleh tim Inafis Polres Sragen serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen.

“Dari segi fisik airnya memang berbeda dari air sungai pada umumnya. Airnya berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Masyarakat setempat mengatakan bila bau ini akan menguat mulai hari Kamis hingga Sabtu,” ujarnya.

Ia menyatakan, pihaknya bersama DLH Sragen dan provinsi akan melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut.

Editor : Ali Muntoha

#sragenair sungai hitamBengawan Solobengawan solo baupolres sragen