Kurir Narkoba Ditembak Mati BNN Jateng, Kendali Pengedar Ada di Lapas

MuriaNewsCom, Semarang – Narapidana kasus narkoba nyatanya masih tetap bisa mengendalikan bisnis haram tersebut, meski berada dalam jeruji penjara. Ini terlihat dari hasil pengungkapan jaringan narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.

Empat pengedar berhasil diamankan. Dari empat orang itu, satu di antaranya ditembak mati dan satu lagi dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap dan dikeler untuk mencari barang bukti.

Pengedar yang ditembak mati yakni Aryanto (40) warga Tegalreja, Cilacap Selatan, dan tersangka yang ditembak kakinya yakni Nurul Imam (29), warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Petugas juga mengamankan Tri Yuwono alias Kotil (38), warga Padureso, Kabupaten Kebumen.

Tiga orang ini bertugas sebagai kurir yang dikendalikan Budi Supriyanto alias Mbochi (37) warga Pekalongan Timur, yang merupakan narapidana di Lapas Pekalongan.

Kepala BNNP, Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, keempat tersangka ditangkap secara terpisah. Awal pengungkapan kasus bermula dari ditangkapnya  Imam di Stasiun Tawang Semarang, Kamis (12/4/2018) malam.

“Kami tangkap di Stasiun Tawang saat turun dari Kereta Argo Anggrek jurusan Surabaya-Semarang. Tersangka ini baru saja pulang dari Surabaya mengambil pesanan narkotika,” ujarnya.

Rencananya Imam hendak pulang ke Pekalongan dan menunggu perintah selanjutnya dari orang yang mengendalikannya, yakni Budi. Saat akan menuju Pekalongan dengan menggunakan taksi online, Imam tertangkap petugas BNNP Jateng.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap barang bawaan tersangka, ditemukan sebuah kardus yang dilakban. Petugas kemudian membukanya dan ternyata isinya adalah dua belas bungkus plastik berisi sabu dengan berat keseluruhan 1,2 kg terbagi dalam 12 plastik.

“Saat tersangka akan kami bawa ke mobil. Tersangka berusaha melarikan diri dan telah kami peringatkan dengan tiga kali tembakan dan tidak digubris kemudian kami melakukan tindakan terukur,” ujar Tri Agus.

Imam mengalami luka tembak pada kaki sebelah kanannya. Ia kemudian diamankan ke Kantor BNNP Jateng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan saat itu, Imam mengaku dikendalikan oleh Budi yang merupakan napi Lapas Pekalongan. Imam juga mengaku sudah tiga menjadi kurir sabu utusan Budi dengan upah Rp 7 juta dalam sekali ambil.

Petugas pun langsung menginterogasi Budi. Dari keterangan tersangka pada Minggu (15/4/2018), BNNP Jateng melakukan pengembangan ke Kebumen dan berhasil menciduk Tri Yuwono di Jalan Slamet Riyadi, Kebumen.

Tri diringkus saat turun dari bus patas jurusan Purwokerto-Jogjakarta. Saat dilakukan penggeledahan petugas sabu seberat 2 kilogram yang disimpan di dalam dua kemasan plastik teh China warna hijau.

Tri juga diketahui kurir yang diperintah oleh Budi. Ia diperintahkan berangkat dari Jogjakarta ke Palembang menggunakan pesawat untuk mengambil sabu. Setelah berhasil, Tri kembali ke Jateng dengan berganti-ganti angkutan jalur darat.

Tri mengaku diiming-imingi uang sebanyak Rp 15 juta oleh Budi untuk melakukan tugas tersebut. Namun ia baru menerima Rp 5 juta saja.

Setelah menangkap Tri, kemudian petugas meminta tersangka Tri melanjutkan perannya sebagai kurir untuk memancing jaringan lain. Ditemuinyalah penerima atas nama Aryanto yang hendak mengambil sabu seberat 2 kg tersebut.

“Namun saat kami melakukan pengembangan, tim yang seharusnya dibawa ke tempat penyimpanan sabu, AR (Aryanto) malah melawan dan melarikan diri. Kita beri tembakan peringatan, tidak digubris ya kita lakukan tindakan tegas terukur,” imbuh Agus lagi.

Aryanto akhirnya tewas di tempat dan sudah dikembalikan ke keluarga setelah menjalani pemeriksaan di RSUD Cilacap. Adapun barang bukti yang disita oleh petugas sabu seberat 3,2 kilogram dan empat buah handphone milik para tersangka.

Kini para tersangka termasuk napi Lapas Pekalongan bernama Budi masih terus diperiksa. Mereka akan dijerat pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) subsider pasal 11e ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal pidana mati.

Editor : Ali Muntoha

BNNP Jatengjaringan lapasNarkobasabu