Rencana Sejumlah Pembangunan di Kudus 2017 Dikritisi

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kudus – Milisi Penyelamat Uang Rakya (M-PUR) Kudus, menilai pembangunan selama 2016 banyak yang tidak bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, diharapkan pembangunan di 2017 dapat lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua M Pur, Selamet Machmudi. Menurutnya, beberapa proyek seolah penting bagi masyarakat. Padahal,   jika diwujudkan dapat menjadi persoalan. Ke depan hal itulah yang harusnya dapat dievaluasi.

“Seperti aspek pemerataan fasilitas pendidikan, mangkraknya pembangunan infrastruktur perekonomian dan gagalnya tujuan pemerintah dalam pembangunan taman. Jadi harus tahu kebutuhan dari masyarakat Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

M- Pur berharap Pemkab Kudus mengevaluasi kegiatan proyek 2017 yang tidak memiliki nilai manfaat dan prioritas kebutuhan masyarakat. Di antaranya pembangunan trade center senilai Rp12,5 miliar, pembangunan taman Bumi Wangi Jekulo Rp 4,4 miliar, serta proyek rehab gedung SD 1 Barongan dan SMP 1 Kudus masing-masing Rp 3,4 miliar.

M-PUR menduga banyak proyek yang muncul tanpa perencanaan. Baik dari aspek teknis maupun tujuan dilaksanakannya proyek. Jika hal itu benar, maka dia memastikan rakyat pasti akan sangat kecewa atas hal tersebut

Dikatakan, Pemkab Kudus hingga sekarang tidak belajar dari kegagalan pembangunan infrastruktur yang justru berujung pada pemborosan uang rakyat. Padahal dia melihat banyak pemborosan pembangunan yang dilaksanakan pada tahun lalu.

M-PUR mendesak pemkab untuk tidak melaksanakan proyek 2017 yang tidak dikehendaki oleh rakyat. Sebab, banyak sekali muncul kegiatan pembangunan di APBD 2017 yang tidak berdasarkan usulan atau kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Diharapkan, pemerintah juga lebih jeli dalam mengamati kebutuhan masyarakat di Kudus. Sehingga mampu mewujdkan Kudus yang lebih sejahtera lagi dan tak hanya asal membuat proyek.

Editor : Akrom Hazami

#proyekkudus