Menjegal Si Tukang Pungli Pasar di Kudus

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

BERBAGAI cara dilakukan untuk menjegal si tukang pungutan liar (pungli) di semua lini. Atau juga mengurangi tingkat penyimpangan dana, atau kebocoran dana di sana sini. Jagal pungli, atau lebih tenarnya tim Saber Pungli, kini telah dibentuk.

Cara untuk mengurangi pungli, di antaranya adalah, sistem elektronifikasi. Upaya itu, per Kamis (15/12/2016), telah diberlakukan di Kudus. Kota Kretek baru memanaskan mesin untuk memberlakukan pembayaran retribusi pasar tradisional dengan sistem elektronifikasi.

Sistem elektronifikasi adalah pembayaran nontunai semua aliran dana yang masuk dan keluar. Sistem itu dinilai lebih transparan dan bisa dipantau secara mudah. Ini berbeda dengan pembayaran tunai yang proses pemantauannya tak semudah nontunai.

Di Kudus, baru Pasar Kliwon yang akan memberlakukan sistem elektronifikasi. Rencananya, sekitar 30 pasar akan mengikuti jejak Pasar Kliwon. Keuntungan lain dari sistem ini adalah, menekan peluang terjadinya kebocoran dana retribusi pasar tradisional, serta penyimpangan, mengingat tidak ada transaksi secara tunai.

Artinya, kini pembayaran retribusi para pedagang pasar Kliwon,  yang semula pakai karcis, diganti dengan online. Nantinya pedagang pasar Kliwon Kudus, yang jumlahnya sekitar tiga ribu orang, akan melakukan pembayaran retribusi pasar, secara online, atau transfer ke rekening yang sudah ditetapkan Pemkab Kudus.

Selama ini, biasanya ada petugas yang menarik retribusi ke tiap los dan kios di Kliwon. Ke depan tidak ada lagi, karena pedagang tinggal mentransfer saja. Diterimanya program Bank Indonesia (BI) itu, membuat Kudus mendapat predikat sebagai kota yang  bagus dalam percepatan sistem elektronifikasi.  Harapannya,  Kudus bisa menjadi percontohan kota lainnya.

Diakui BI, selama ini pembayaran masih didominasi dengan pembayaran secara tunai. Setidaknya 99,4 persen pakai tunai. Hal itu menjadi sasaran BI untuk mengarahkan ke nontunai.Harapannya bidang lain juga bisa mengikutinya. Seperti parkir, pembayaran pajak, dan lainnya.

Namun perlu diperhatikan, berbagai program bagus itu akan tidak efektif jika sosialisasi yang dilakukan kurang. Maka sudah seharusnya, sosialisasi sistem elektronifikasi digencarkan. Dalam sosialisasi, silakan sertakan kelebihan dan kekurangannya secara detail. Selain itu, pemkab juga harus tetap memantau di lapangan, apakah ada aksi pungli berkedok cara lainnya atau tidak. (*)

Editorial