Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Resto di Kudus Ini Punya Chef Kapal Pesiar Italia

Winda Amellia, owner and cheff Gank Kitchen and Lounge Kudus. (Murianews/Istimewa)

Murianews, Kudus – Gank Coffe and Bistro di Jalan Pattimura Nomor 99 Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kini punya muka dan konsep baru, yakni Kitchen and Lounge. Tak tanggung-tanggung, mereka pun memboyong mantan chef sebuah kapal pesiar di Italia, yang asli Solo.

Semua resep masakan unggulan mulai dari beef steak ausie tenderloin hingga olahan bebek merupakan hasil dari racikan chef yang memiliki nama Indar Wibisono itu.

Tak hanya dari segi base, desain interior dan eksterior bangunan juga berubah seratus persen. Dari yang bergaya semi industrial wooden-nya kini menjadi lebih elegan dan classy dengan warna dominan hitam dan strip emasnya.

Baca: Bikin Truk Terguling, Jalan Rusak di Kudus Ini Akan Diuruk

Ornamen-ornamen pendukung seperti lampu gantung hingga detail-detail kecil lainnya pun punya peran masing-masing untuk menonjolkan kesan elegan classy namun sedikit kontemporer.

”Ya kami berubah seratus persen dari coffe and bistro kini menjadi kitchen and lounge, sehingga apa yang kami bawakan dan yang kami suguhkan akan berbeda dari sebelumnya,” ucap Winda Amellia, owner and chef Gank Kitchen and Lounge Kudus, Sabtu (13/5/2023).

Dia melanjutkan, bila Gank and Coffe hadir dengan chill and enjoying-nya, maka kitchen and lounge yang sudah resmi buka sejak Kamis (11/5/2023) kemarin ini akan memberikan sensasi fine dining yang hemat di kantong dengan live music yang selalu berbeda di tiap pekannya.

”Ada delapan staf kitchen kami yang siap memasak masakan terbaik kami untuk para pelanggan, sehingga tidak perlu menunggu lama untuk merasakannya,” sambungnya.

Baca: Satu Bakal Caleg PDIP Kudus Berstatus ASN

Untuk harga sendiri, Winda menuturkan rentang harga makanan di Gank Kitchen and Lounge berkisar di Rp 20 ribu hingga seratus ribuan saja. Sehingga cukup ramah untuk kantong masyarakat Kudus.

”Kami juga hadir dengan konsep semi smoking room, sehingga pelanggan kami tidak perlu khawatir bila ingin merokok di dalam ruangan,” pungkasnya.

 

Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.