Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ramadan, Napi Rutan Kudus Bisa Khatam Empat Kali Tadarus Alquran

napi tadarus
Tadarus Alquran yang dilakukan warga napi di Rutan Kudus. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

Murianews, Kudus – Narapidana (napi) atau warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kudus menjalani kegiatan tadarusan selama bulan Ramadan. Dari tadarus Alquran ini, biasanya napi mampu khatam hingga empat kali dalam kurun waktu satu bulan ini.

”Tadarus itu siang dan malam. Jika dilihat dari Ramadan tahun sebelumnya selama bulan suci Ramadan bisa tiga sampai empat kali khatam,”  kata Abdul Aziiz Sinung Wibowo, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kudus, Jumat (24/3/2023).

Dalam tadarus Alquran selama Ramadan ini, sambung dia masing-masing napi membaca Alquran secara bergiliran baik saat siang ataupun malam hari. Sementara yang belum mendapatkan giliran membaca, bisa menyimak dan mengoreksi bacaan Alquran yang dilantunkan temannya.

Mereka yang sudah fasih mambaca Alquran, juga dipersilahkan membantu petugas dari Kemenag, untuk mengajari temannya yang belum bisa membaca Alquran.

”Yang sudah bisa kami persilahkan untuk ikut tadarus alquran. Yang belum kami ajari sampai bisa. Ini sebagai bekal mereka di esok hari ataupun ketika keluar nanti,” ujarnya.

Baca: Napi Rutan Kudus Digembleng Mengaji Alquran dalam Pesantren Ramadan

Sementara salah seorang warga binaan, Sudi Raharjo menyambut baik adanya program keagamaan seperti tadarus Alquran yang digelar ini. Apalagi, di sana warga binaan bukan hanya disuruh membaca saja, yang belum bisa pun akan diajari sampai bisa.

Pihaknya menilai, hal ini akan bisa membuat warga binaan introspeksi diri dan meningkatkan keimanan sebagai bekal agar tidak mengulangi kesalahan yang mereka perbuat.

”Senang sekali, seperti saya ini selain ikut tadarus Alquran sampai khatam, juga ikut ngajari yang belum bisa ngaji, itu yang awalnya tidak bisa, sampai bisa,” ujarnya.

 

Editor: Ali Muntoha

Ruangan komen telah ditutup.